INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Saat Kejujuran Menjadi Sunyi

Last updated: Sabtu, 25 Oktober 2025 10:33 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
SHARE
Penulis: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

DALAM ingatan bangsa ini, nama Hoegeng Imam Santoso hadir bukan sebagai nostalgia yang dikemas menjadi cerita moral belaka, tetapi sebagai penanda bahwa kejujuran pernah memiliki kursi terhormat di tubuh penegak hukum.

Hoegeng adalah simbol sederhana namun terang, dimana hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Namun sejarah memperlihatkan bahwa keteguhan seperti itu kerap datang bersama risiko.

Deforestasi Sawit dan Bencana Aceh yang Diciptakan 

Ia diberhentikan bukan karena tidak mampu memimpin, melainkan karena kejujurannya menyentuh wilayah yang dianggap tidak boleh disentuh. Alasannya disebut “peremajaan”, namun penggantinya justru lebih tua. Di situlah kita belajar satu pelajaran yang pahit, bahwa kebenaran tidak selalu menang.

- ADVERTISEMENT -

Kini, puluhan tahun setelah masa itu, kita hidup dalam suasana yang berbeda namun berirama serupa. Reformasi menjanjikan ruang baru bagi penegakan hukum yang independen, tetapi janji tidak selalu tumbuh menjadi kenyataan.

Penunjukan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri melampaui sejumlah seniornya dan menjadi perbincangan mengenai arah kedekatan institusi penegak hukum terhadap kekuasaan politik. Persepsi publik melihat kepolisian lebih sibuk menjaga stabilitas kekuasaan daripada memastikan keadilan berjalan sama bagi semua warga.

- ADVERTISEMENT -
Aceh dan Luka yang Tak Pernah Benar-benar Sembuh dalam Republik Indonesia

Penilaian ini mungkin tidak menyeluruh, tetapi ia tumbuh dari pola dengan penanganan hukum yang tampak selektif, kritik politik yang mudah dipersempit ruangnya, dan kasus-kasus yang menyentuh lingkar kuasa yang seolah kehilangan urgensinya.

Masalahnya bukan pada pribadi semata. Ini soal sistem nilai yang perlahan berubah. Dalam ilmu politik, penegak hukum hanya dapat dipercaya jika berdiri pada jarak yang sama dari semua pihak.

Ketika jarak itu miring, keadilan berubah menjadi persepsi, bukan prinsip. Dan ketika keadilan menjadi persepsi, ia dapat dinegosiasikan, ketika ia dapat dinegosiasikan, ia kehilangan kekuatan moralnya. Kita mungkin masih memiliki hukum, tetapi kehilangan ruh keadilan.

Menjaga Damai di Tengah Bencana, Menahan Diri dari Segala Provokasi

Di tengah keadaan demikian, bangsa ini menghadapi persoalan yang lebih mendasar daripada pergantian pejabat, dimana kita menghadapi krisis kepercayaan.

- ADVERTISEMENT -

Survei indeks kepercayaan publik beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang signifikan terhadap institusi penegak hukum. Kepercayaan yang tidak stabil menunjukkan masalah yang bukan teknis, melainkan struktural.

Negara modern hanya dapat bertahan jika warga percaya bahwa hukum bekerja sama untuk semua. Tanpa itu, negara bergeser menjadi ruang transaksi, bukan ruang kesetaraan.

Hoegeng mungkin sudah lama tiada, tetapi kehadirannya tetap menjadi cermin yang tidak kita buang. Ia menunjukkan apa yang mungkin, bahwa idealisme tidak harus mati, bahwa integritas bukan ilusi, bahwa seorang pejabat publik dapat menjalani hidup tanpa menjual kehormatan.

Di sisi lain, era yang lebih mengutamakan loyalitas politik menunjukkan betapa rapuhnya bangunan keadilan ketika pondasinya dipindahkan dari prinsip ke kedekatan kekuasaan.

Bangsa ini memiliki pilihan penting. Kita dapat terus berjalan dengan menganggap keadilan sebagai formalitas administratif.

Atau kita memilih untuk kembali menyusun pengertian paling dasar tentang keberadaan negara, bahwa negara berdiri bukan untuk menjaga kekuasaan siapa pun, melainkan untuk menjaga martabat warganya.

Kejujuran mungkin tampak sunyi hari ini. Ia tidak selalu mengantarkan jabatan, penghargaan, atau kekuasaan. Tapi sejarah memperlihatkan bahwa yang paling besar bukan kuasa yang dimenangkan, melainkan martabat yang tidak dilepas.

Dan bangsa yang ingin tetap menjadi bangsa, bukan sekadar populasi, harus menjaga agar suara yang sunyi itu tidak padam.

TAGGED:etika penegak hukumHoegeng Imam SantosoHoegeng Imam Santoso simbol kejujuranintegritasintegritas penegak hukumkeadilankekuasaan politikkrisis kepercayaan hukum Indonesiakrisis kepercayaan publikopini hukumopini Sri Radjasa MBAPenegakan HukumpolriPolri dan kekuasaan politikSri Radjasa
Previous Article Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melakukan sidak di Kantor Camat Nurussalam. Bupati Aceh Timur Ajak ASN Gunakan Medsos Tunjukkan Kinerja dan Pelayanan Publik
Next Article Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi memperlihatkan sertifikat halal RPH Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Jum'at (24/10). (Foto: Ist) Rumah Potong Hewan Lambaro Aceh Besar Kini Miliki Sertifikat Halal

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Puluhan ribu personel TNI yang dikerahkan dalam penanganan bencana Aceh-Sumatera tidak bekerja cuma-cuma. Setiap personel yang bertugas di lapangan memperoleh uang makan dan uang lelah dengan total Rp165 ribu per hari. (Foto: Ist)
Nasional
Tidak Gratis, Personel TNI Tangani Bencana Aceh–Sumatera Terima Uang Rp165 Ribu per Hari
Kamis, 1 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Masyarakat Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, pada Rabu (31/12) menyalurkan bantuan nasi bungkus untuk warga Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang dan longsor. (Foto: Ist)
Surat Warga
Solidaritas Nasi Bungkus dari Pidie Mengalir ke Pijay, Digerakkan Kaum Ibu
Kamis, 1 Januari 2026
Pengoperasian fungsional Jalan Tol Padang Tiji–Seulimeum kembali diperpanjang hingga 8 Januari 2026 dan diberlakukan selama 24 jam penuh. (Foto: Ist)
Umum
Pengoperasian Tol Padang Tiji–Seulimeum Diperpanjang hingga 8 Januari Selama 24 Jam
Rabu, 31 Desember 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Jangan biarkan pejabat 'wet-wet gaki' (ongkang-ongkang kaki) di tengah bencana terulang. Foto: Ilustrasi
Opini

Jangan Biarkan Pejabat ‘Wet-Wet Gaki’ di Tengah Bencana Aceh

Rabu, 24 Desember 2025
Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin SH SIP MH
Opini

Aceh Tamiang Tak Cukup Diberi Bantuan, Perlu Rekonstruksi Menyeluruh dan Tata Ruang Baru

Selasa, 23 Desember 2025
Opini

Bencana Aceh-Sumatera, Negara Hadir dalam Rapat dan Pidato 

Jumat, 19 Desember 2025
Opini

Indonesia dalam Cengkeraman Kepribadian Otoritarian

Kamis, 18 Desember 2025
Opini

Negara Belum Sepenuhnya Hadir di Tengah Bencana Banjir Aceh

Rabu, 17 Desember 2025
Mahmud Padang (Pemerhati Sosial Politik Aceh, Ketua DPW Alamp Aksi Aceh)
Opini

Drama Nasional di Panggung Bencana Aceh

Jumat, 12 Desember 2025
Lebih 100 organisasi masyarakat sipil melayangkan somasi dan mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional atas banjir-longsor besar yang melanda Aceh-Sumatera. (Foto: Ist)
Opini

Narasi Pemerintah Runtuh: Bencana Sumatera Ungkap Negara Tak Mampu ‘Menangani Sendiri’

Jumat, 12 Desember 2025
Opini

Banjir Sumatera dan Jejak Kayu yang Mengkhianati Hutan

Selasa, 2 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?