BANDA ACEH, Infoaceh.net – Lonjakan harga bahan pokok di Banda Aceh dan Aceh Besar semakin mengkhawatirkan, di tengah kondisi darurat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Warga kini harus menghadapi kesulitan ganda: kondisi bencana ditambah listrik padam berhari-hari dan akses komunikasi sulit yang mengganggu aktivitas, sekaligus harga kebutuhan pokok yang melonjak tak terkendali.
Pantauan di pasar tradisional menunjukkan harga cabai merah kini mencapai Rp250.000 per kilogram, sedangkan harga telur melonjak hingga Rp150.000 per lempeng. Begitu juga dengan harga sembako lain, naik dua kali lipat.
Selain itu, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memperparah kesulitan distribusi dan transportasi barang kebutuhan pokok.
Situasi ini memunculkan keresahan di kalangan masyarakat.
Banyak warga menilai sebagian pedagang “tega” memanfaatkan kondisi darurat untuk menaikkan harga secara berlebihan, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kesulitan yang dialami masyarakat.
Menanggapi kondisi ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, melakukan inspeksi langsung ke Pasar Al Mahirah Lamdingin Banda Aceh, Sabtu (29/11), bersama kepala dinas terkait.
Inspeksi ini dilakukan menindaklanjuti keluhan warga tentang lonjakan harga cabai, telur, dan beberapa komoditi penting lainnya.
“Kita memahami situasi yang dihadapi para pedagang, karena mereka juga membeli barang dengan harga lebih tinggi di tengah musibah banjir ini. Namun, kenaikan harga seharusnya tetap realistis dan dapat dijangkau masyarakat. Apalagi saat ini semua dalam kondisi serba sulit,” ujar Irwansyah.
Ia menambahkan kabar baik bahwa beberapa komoditi, termasuk cabai, akan segera didatangkan melalui jalur udara.
Pemerintah kota diminta memastikan agar harga komoditi tersebut tidak dimanipulasi oleh oknum-oknum tertentu.
“Kita juga berharap pemerintah pusat dapat memasok bahan pokok melalui jalur yang lebih efektif, baik laut maupun udara. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di saat bencana seperti sekarang,” jelas Irwansyah.
Warga yang ditemui di pasar mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Seorang ibu rumah tangga mengatakan, “Harga cabai dan telur sudah di luar kemampuan kami. Banjir membuat segalanya semakin sulit. Semoga pemerintah cepat bertindak agar kami bisa tetap membeli kebutuhan pokok.”
Banjir yang melanda beberapa daerah di Aceh sejak beberapa hari terakhir telah merusak infrastruktur, memutus akses transportasi dan komunikasi, serta menghambat distribusi barang.
Kondisi ini diperkirakan akan membuat harga bahan pokok tetap tinggi hingga situasi kembali normal.
DPRK Banda Aceh dan pemerintah daerah terus memantau situasi pasar dan berupaya memastikan agar lonjakan harga tidak semakin membebani warga terdampak banjir.
Pemerintah berharap agar para pedagang tetap menjaga etika perdagangan dan tidak memanfaatkan bencana demi keuntungan pribadi, sehingga masyarakat dapat melalui masa darurat ini dengan lebih ringan.



