Bireuen, Infoaceh.net — PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas antarwilayah di Aceh pascabencana banjir bandang melalui pembangunan Jembatan Permanen Duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Jembatan permanen tersebut dibangun tepat di sisi jembatan sementara tipe bailey yang telah difungsikan sejak 27 Desember 2025 sebagai solusi darurat setelah jembatan lama putus akibat terjangan banjir bandang 26 November 2025.
Kehadiran jembatan bailey selama ini menjadi penopang utama mobilitas warga dan distribusi logistik di kawasan tersebut.
Pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan pemulihan akses transportasi darat yang sempat lumpuh, sekaligus menjawab kebutuhan jangka panjang terhadap infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.
Jembatan ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, dan diharapkan dapat memperlancar kembali arus lalu lintas kendaraan, menjaga kelancaran jalur distribusi logistik, serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat secara bertahap pascabencana.
Selama proses konstruksi berlangsung, jembatan bailey akan tetap dioperasikan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Langkah ini dilakukan guna memastikan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan tetap berjalan normal.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum merupakan bagian dari percepatan pembangunan jembatan permanen di Aceh, meskipun sebagian wilayah masih berada dalam masa tanggap darurat bencana.
“Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di sejumlah titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat, karena sebagian ruas jalan sudah mengalami kemacetan. Kita juga tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan yang melintas,” ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Jum’at (23/1/2026).
Menurutnya, jika pembangunan jembatan permanen tidak segera dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, sementara masyarakat tetap membutuhkan kelancaran distribusi logistik dan bahan kebutuhan pokok.
“Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan, sementara masyarakat tetap membutuhkan logistik,” tambahnya.
Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum merupakan bagian dari program penanganan jembatan terdampak bencana yang dilaksanakan oleh Kementerian PU.
Program ini bertujuan memulihkan kembali konektivitas wilayah yang terputus akibat bencana alam di Provinsi Aceh.
Jembatan ini tercatat sebagai satu dari 16 jembatan penghubung yang putus di Aceh akibat banjir bandang, sehingga penanganannya menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan kembali berfungsinya jalur transportasi utama yang menghubungkan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara.
Sementara itu, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan infrastruktur akses merupakan fondasi utama dalam pemulihan wilayah pascabencana.
“Akses infrastruktur adalah fondasi pemulihan wilayah karena dapat mempercepat distribusi bantuan, menggerakkan aktivitas ekonomi, serta mendukung layanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Jembatan Krueng Tingkeum diharapkan mampu menghubungkan kembali konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi penggerak pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan terdampak.
“Jembatan Krueng Tingkeum memiliki peran strategis sebagai penghubung utama lintas timur Sumatera. Akses ini sangat vital bagi aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, distribusi logistik, serta pergerakan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Permanen Krueng Tingkeum di Kutablang Ditargetkan Rampung Juli 2026
Artikel Terkait
Menteri ESDM Setujui 40 Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Timur dan Aceh…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…
BSI dan Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan…
YOGYAKARTA, Infoaceh.net – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menjalin kemitraan strategis…
TJSL Fest 2026 PLN Aceh Dorong Electrifying Lifestyle UMKM, Kompor…
Lhokseumawe, Infoaceh.net – Ajang TJSL Fest 2026 yang diselenggarakan PLN Aceh di…
PLN Aceh Gelar TJSL Fest 2026: Transformasi Energi Selaras dengan…
LHOKSEUMAWE, Infoaceh.net — Guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, PT PLN Unit Induk…
Tender Rp14,4 Miliar PPI Krueng Mane: Pola Harga Tiga Peserta Nyaris…
Banda Aceh, Infoaceh.net — Proses tender paket Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Pendaratan…
PT PEMA Teken MoU dengan 16 Perusahaan Internasional di Langkawi
LANGKAWI, Infoaceh.net – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) memperluas peluang kerja sama dan…
Bank Aceh Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Kelembagaan dengan Polda…
Banda Aceh, Infoaceh.net — PT Bank Aceh Syariah terus memperkuat hubungan kelembagaan…
Expo HUT ke-515 Pidie, Wagub Dek Fad Borong Produk UMKM: Dari Salak…
PIDIE, Infoaceh.net — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fad…
Serikat Pekerja Pertamina Tolak PDSI Digabung ke Elnusa: Jangan…
MEDAN, Infoaceh.net – Serikat Pekerja Pertamina UPMS I Medan (SPP UPMS I) yang tergabung…
Rektor UIN Ar-Raniry: Zakat-Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat,…
Banda Aceh, Infoaceh.net — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Prof Dr…
Suara Diduga Wali Kota Sabang Larang Pembangunan Indomaret
SABANG, Infoaceh.net — Rekaman suara atau voice note (VN) yang diduga mirip dengan suara…
BSI Raih Sertifikasi ISO 27701:2025, Dapat Pengakuan Global Sistem…
Jakarta, Infoaceh.net -- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali mencetak sejarah di…

















