Banda Aceh, Infoaceh.net – Musyawarah Daerah (Musda) XII Partai Golkar Aceh tetap digelar pada Ahad, 30 November 2025, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, meski sejumlah wilayah di Aceh masih dilanda banjir dan longsor.
Dalam forum tersebut, Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry ditunjuk langsung oleh DPP Partai Golkar sebagai Ketua DPD I Golkar Aceh periode 2025–2030 melalui mekanisme aklamasi, tanpa proses pemilihan.
“Tanpa pemilihan, ketua langsung ditunjuk secara aklamasi, dan DPP telah menetapkan Bupati Salim Fakhry,” ujar panitia penyelenggara Musda, Ali Basrah, Ahad (30/11/2025).
Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dijadwalkan hadir pada acara tersebut. Meski banjir yang melanda Aceh menyebabkan perwakilan dari Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Langsa, dan beberapa daerah lain tidak dapat hadir, sekitar 70 peserta dari kabupaten/kota lainnya tetap mengikuti jalannya Musda.
Musda XII Golkar Aceh dibuka pukul 10.00–11.50 WIB dengan agenda resmi, diawali prosesi pembukaan dilakukan dengan pemukulan rapa’i oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung, didampingi unsur pimpinan DPD I Golkar Aceh dan tamu undangan Forkopimda.
Pelaksanaan Musda ini berlangsung ketika Aceh tengah berada dalam masa tanggap darurat bencana. BNPB melaporkan puluhan warga meninggal, puluhan ribu mengungsi, dan sejumlah daerah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Gayo Lues sempat terisolasi akibat akses jalan terputus.
Situasi ini memicu sorotan publik yang mempertanyakan kelayakan penyelenggaraan kegiatan politik besar di tengah kondisi darurat.
DPP Golkar Arahkan Aklamasi ke Salim Fakhry
Dari informasi internal partai, DPP Golkar telah lebih dulu mengarahkan pilihan kepada Salim Fakhry, yang saat ini menjabat Bupati Aceh Tenggara, mantan Anggota DPR RI periode 2019–2024, dan Ketua DPD II Golkar Aceh Tenggara.
Sejumlah nama sempat disebut sebagai calon ketua, seperti Ali Basrah, Teuku Raja Keumangan (TRK), Mukhlis Takabeya, dan Bustami Hamzah. Namun setelah koordinasi dengan DPP, arah dukungan mengerucut kepada Salim.
“Setelah koordinasi dengan DPP, dengan segala pertimbangan, sudah mengarah ke Salim Fakhry,” kata seorang pengurus Golkar Aceh.
Penyelenggaraan Musda telah mempertimbangkan dinamika lapangan serta tidak mengganggu proses penanganan bencana. Beberapa kader menyebut Musda juga menjadi ruang merumuskan langkah politik Golkar untuk membantu percepatan penanganan bencana di Aceh.



