Takengon, Infoaceh.net — PT PLN merobohkan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 150 kilovolt (kV) yang berada di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, setelah dinilai berada dalam kondisi sangat berbahaya akibat pergerakan tanah yang semakin meluas dan menyerupai lubang raksasa (sinkhole), Senin malam (02/02/2026).
Keputusan perobohan diambil menyusul kondisi tanah di sekitar tower yang terus mengalami amblas dan longsor.
Bahkan, pergerakan tanah tersebut telah menyebabkan akses jalan utama di kawasan Pondok Balik terputus total, sehingga mengganggu mobilitas warga dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan permukiman serta infrastruktur vital.
Lubang raksasa di lokasi tersebut dilaporkan telah meluas hingga mencapai sekitar 3 hektare.
Kondisi ini tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga berdampak serius terhadap jaringan kelistrikan regional, khususnya jalur transmisi SUTET 150 kV Bireuen–Takengon yang menjadi penghubung utama pasokan listrik Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Sebelum proses perobohan dilakukan, PLN terlebih dahulu mengamankan sistem kelistrikan dengan memindahkan aliran tegangan listrik ke jalur darurat menggunakan tower sementara (emergency tower).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan pasokan listrik tetap aman dan tidak terganggu.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan relokasi dan perobohan tower merupakan langkah preventif yang harus dilakukan demi menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah dengan risiko bencana geologi yang tinggi.
“Sebagai langkah mitigasi risiko, PLN melakukan pengamanan jaringan transmisi melalui relokasi jalur ke titik yang lebih aman guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, proses pengamanan jaringan dengan pemasangan tower darurat berlangsung cepat, sekitar 3,5 jam.
Meski sempat dilakukan pemadaman listrik sementara, hal tersebut dilakukan demi keselamatan petugas di lapangan dan warga sekitar lokasi longsor.
Dengan selesainya relokasi dan perobohan tower yang terdampak, PLN memastikan kondisi sistem kelistrikan di Aceh Tengah dan Bener Meriah kini telah kembali dalam status aman dan siap digunakan oleh masyarakat.
Sementara General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menegaskan PLN tidak menunggu hingga risiko berkembang menjadi gangguan besar.
“Begitu terdeteksi potensi bahaya akibat longsor dan pergerakan tanah, kami langsung bergerak di lapangan. Pembangunan dua tower darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PLN agar pasokan listrik tetap andal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” katanya.
Amiruddin menambahkan, PLN akan terus melakukan pemantauan intensif di kawasan Pondok Balik serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah lanjutan.
“Di balik setiap pekerjaan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap bergerak. PLN akan terus berada di garda terdepan dalam memastikan pasokan listrik tetap menyala,” pungkasnya.
PLN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat atas dukungan dan pengertian selama proses pengamanan dan perobohan tower SUTET berlangsung.

















