Banda Aceh, Infoaceh.net – Datangnya bulan suci Ramadan selalu membawa denyut kehidupan baru di berbagai masjid. Salah satu yang paling terasa atmosfernya adalah Masjid Haji Keuchik Leumik yang berdiri megah di tepian sungai kawasan Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata.
Masjid ini menjelma menjadi magnet spiritual, dipadati jamaah dari berbagai penjuru kota sejak waktu berbuka hingga sahur.
Perpaduan arsitektur bergaya Timur Tengah dengan kubah emas yang mencolok menghadirkan kesan sakral sekaligus menenangkan. Saat Ramadan, pencahayaan malam hari membuat bangunan tampak berkilau, menciptakan suasana religius yang kuat.
Banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk beritikaf, berzikir, hingga mengabadikan keindahan masjid sebagai bagian dari perjalanan spiritual mereka.
Interior masjid yang dihiasi kaligrafi detail dan lampu gantung elegan memperkuat kekhusyukan ibadah. Pada malam-malam Ramadan, ruang salat dipenuhi jamaah tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman yang berlangsung rutin.
Suasana hangat kebersamaan terasa kental, terutama saat warga berbuka puasa bersama di pelataran masjid.
Fasilitas yang luas dan tertata rapi membuat aktivitas ibadah berjalan nyaman meski jumlah jamaah meningkat tajam.
Area wudhu yang bersih, sirkulasi udara yang baik, serta akses ramah lansia dan anak-anak memastikan semua kalangan dapat beribadah dengan tenang. Pengelolaan kebersihan yang konsisten juga menjadi faktor penting menjaga kenyamanan selama Ramadan.
Lebih dari sekadar tempat salat, masjid yang dibangun atas prakarsa almarhum Haji Harun Keuchik Leumik ini berperan sebagai pusat pembinaan umat.
Selama Ramadan, berbagai program seperti ceramah ba’da tarawih, santunan sosial, hingga penguatan literasi keislaman aktif digelar. Aktivitas tersebut mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan tradisi keilmuan Islam di tengah dinamika kota.
Semarak Ramadan di masjid ini mempertegas posisinya sebagai ikon religi baru di Banda Aceh. Ia bukan hanya bangunan megah, tetapi ruang perjumpaan spiritual yang menyatukan masyarakat dalam ibadah, kebersamaan, dan kepedulian sosial — nilai-nilai yang menjadi ruh utama bulan suci.





















