Banda Aceh, Infoaceh.net — Belum sempat warga Aceh menikmati listrik secara penuh setelah terjadi blackout massal akhir pekan lalu, masyarakat Tanah Rencong kembali dipaksa menghadapi kenyataan listrik padam lagi.
Pada Senin (25/5/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB, hampir seluruh wilayah Aceh kembali gelap gulita, hanya sehari setelah PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan sistem kelistrikan telah pulih sepenuhnya.
Pemadaman mendadak itu memicu keresahan luas. Aktivitas masyarakat terganggu, sejumlah usaha kecil terpaksa berhenti beroperasi, jaringan internet dan komunikasi di beberapa wilayah mengalami gangguan, sementara warga kembali mempertanyakan keandalan sistem kelistrikan Aceh.
Ironisnya, kejadian ini berlangsung tidak lama setelah PLN secara resmi mengumumkan bahwa seluruh sistem kelistrikan Aceh telah kembali normal pada Ahad (24/5/2026) pukul 20.01 WIB.
Saat itu, PLN bahkan mengklaim seluruh pelanggan terdampak telah kembali menikmati aliran listrik.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi berbeda. Baru satu hari dinyatakan pulih, Aceh kembali tenggelam dalam gelap tanpa listrik
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim mengakui terjadinya gangguan kembali pada sistem kelistrikan yang berdampak luas di wilayah Aceh.
“Iya, tadi kami juga baru dapat informasi, Bang. Tapi belum diketahui penyebab pastinya,” kata Lukman kepada wartawan, Senin malam.
Menurut Lukman, dugaan sementara mengarah pada gangguan di sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik untuk sebagian besar wilayah Aceh.
“Informasinya ada gangguan pada sistem interkoneksi,” ujarnya.
Meski begitu, PLN mengaku langsung bergerak melakukan penormalan sistem secara bertahap.
Tegangan listrik disebut mulai kembali masuk ke sejumlah gardu induk, termasuk Gardu Induk Banda Aceh.
“Sekarang informasinya tegangan sudah mulai masuk kembali ke Gardu Induk Banda Aceh. Mudah-mudahan tidak berlangsung lama,” terang dia.
Lukman menjelaskan, pemadaman kali ini tidak hanya terjadi di Banda Aceh, tetapi juga meluas ke hampir seluruh wilayah Aceh yang menggunakan sistem interkoneksi Sumatera.
“Ini seluruh wilayah Aceh yang menggunakan sistem interkoneksi,” bebernya.
Namun, wilayah yang menggunakan sistem kelistrikan mandiri (isolated system) seperti Sabang dan Sinabang dipastikan tidak mengalami pemadaman.
“Kecuali wilayah yang menggunakan sistem isolated seperti Sabang dan Sinabang, itu tidak padam,” jelas Lukman.
Yang membuat publik semakin kecewa adalah fakta bahwa sehari sebelumnya PLN UID Aceh baru saja menyampaikan kabar menggembirakan soal keberhasilan pemulihan total pasokan listrik di Aceh.
Dalam keterangan resmi PLN pada Ahad (24/5/2026), disebutkan bahwa sebanyak 172 penyulang terdampak telah kembali menyala seluruhnya, sementara 1.872.882 pelanggan telah kembali menikmati listrik.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra saat itu bahkan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang dinilai telah membantu proses pemulihan sistem kelistrikan.
“Alhamdulillah, seluruh sistem kelistrikan di wilayah Aceh telah berhasil dipulihkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah, TNI/Polri, serta doa dan pengertian dari seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Eddi.
PLN juga menegaskan penormalan sistem dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, kehati-hatian, dan keandalan jaringan guna memastikan gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Namun kenyataannya, hanya berselang sekitar satu hari setelah klaim tersebut disampaikan, listrik kembali tumbang hampir di seluruh Aceh.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah sistem kelistrikan Aceh benar-benar sudah pulih ketika diumumkan normal, atau sesungguhnya masih berada dalam kondisi rentan?
PLN Akui Sistem Belum Stabil
Di tengah sorotan publik, PLN UID Aceh kemudian mengeluarkan pemberitahuan resmi pada Senin malam.
Dalam pengumuman itu, PLN mengakui bahwa pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sub Sistem Aceh masih belum stabil, sehingga menyebabkan jaringan kembali mengalami padam di sejumlah daerah.
PLN menyebut saat ini tengah mengoptimalkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) guna menopang kebutuhan daya sambil terus melakukan pemulihan jaringan.
“Sebagai langkah penanganan cepat, saat ini kami terus mengoptimalkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk membantu menopang beban kelistrikan,” tulis PLN UID Aceh dalam keterangan resminya yang disampaikan Lukman Hakim.
PLN juga memastikan tim siaga dikerahkan selama 24 jam penuh di lapangan untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami berkomitmen melakukan upaya semaksimal mungkin dengan menerjunkan tim siaga yang dikerahkan 24 jam penuh di lapangan agar sistem kelistrikan dapat segera pulih sepenuhnya,” demikian pernyataan PLN.
Pengakuan bahwa sistem masih belum stabil ini justru menimbulkan kritik baru. Sebab, sebelumnya PLN telah menyampaikan kepada publik bahwa sistem telah pulih penuh.
Ketergantungan Interkoneksi Jadi Sorotan
Gangguan listrik berulang dalam waktu berdekatan dinilai menjadi alarm serius bagi ketahanan energi Aceh. Ketergantungan besar terhadap sistem interkoneksi Sumatera membuat satu gangguan berdampak domino hingga meluas ke hampir seluruh wilayah provinsi.
Di sisi lain, fakta bahwa wilayah dengan sistem mandiri seperti Sabang dan Sinabang tetap menyala memunculkan ironi tersendiri. Daerah yang terpisah dari jaringan utama justru lebih stabil dibanding wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Bagi masyarakat, pemadaman listrik bukan hanya soal lampu padam. Gangguan pasokan listrik berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, aktivitas perbankan, usaha mikro hingga sektor digital yang kini sangat bergantung pada kestabilan energi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulihan sistem kelistrikan masih terus berlangsung di berbagai wilayah Aceh.
Kini masyarakat menunggu lebih dari sekadar permintaan maaf. Publik berharap ada penjelasan terbuka mengenai penyebab utama gangguan berulang ini, sekaligus jaminan bahwa listrik di Aceh benar-benar stabil—bukan sekadar pulih sesaat, lalu gelap kembali.


















