Pendidikan

Harumkan Nama Aceh, Siswi MTsN 1 Banda Aceh Raih Medali Perak OPSI Nasional

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Dua siswi MTsN 1 Model Banda Aceh, Nafisah Zidaputri dan Aysha Xaviera Al Rescha, berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional setelah meraih medali perak atau juara II bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT) jenjang SMP/MTs sederajat pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026.

Prestasi membanggakan tersebut diraih Nafisah dan Aysha yang merupakan siswi kelas IX-2 MTsN 1 Model Banda Aceh. Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan dalam bidang penelitian hingga mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Dr Hj Ummiyani SAg MPd didampingi Wakil Kepala Bidang Humas, Zahri S.IAN MAP, Selasa (29/9/2026), menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keberhasilan kedua siswi tersebut.

Menurut Ummiyani, prestasi yang diraih Nafisah dan Aysha menjadi pencapaian penting bagi madrasah, terlebih karena keduanya mampu meraih posisi kedua nasional di tengah ketatnya persaingan dalam ajang penelitian ilmiah tingkat pelajar tersebut.

Keduanya tercatat berhasil meraih prestasi di antara sekitar 39.000 peserta yang mengikuti rangkaian kompetisi OPSI 2026. Capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa siswa madrasah di Aceh memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemampuan akademik, inovasi, dan penelitian yang mampu bersaing secara nasional.

Kembangkan EduSecure IoT, Rancang Ruang Kelas Pintar Berbasis Teknologi

Keberhasilan Nafisah dan Aysha tidak terlepas dari penelitian inovatif yang mereka kembangkan dengan judul EduSecure IoT.

Penelitian tersebut mengusung konsep ruang kelas pintar (smart room) berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, pemantauan aktivitas, serta efisiensi penggunaan energi di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  50 Mahasiswa Baru Diterima, FK UIN Ar-Raniry Siapkan Dokter Berkarakter Islami dan Berempati

Melalui penelitian tersebut, keduanya mengintegrasikan sejumlah teknologi, antara lain sistem pengenalan wajah, pemantauan jumlah pengguna ruangan (occupancy monitoring), dan pengelolaan penggunaan energi listrik.

Sistem pengenalan wajah dirancang untuk membantu mengidentifikasi pengguna ruangan, sedangkan teknologi pemantauan okupansi memungkinkan pengawasan terhadap jumlah orang yang berada di dalam kelas.

Data yang diperoleh kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan penggunaan listrik agar lebih efisien.

Inovasi ini berangkat dari upaya memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.

Dengan menggabungkan unsur keamanan dan efisiensi energi, EduSecure IoT diharapkan dapat menjadi salah satu konsep teknologi yang mendukung pengembangan fasilitas sekolah yang lebih modern.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pelajar tingkat SMP/MTs memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan teknologi, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai peneliti dan pencipta inovasi.

Bersaing dengan Ratusan Tim hingga Menembus Final Nasional

Perjalanan Nafisah dan Aysha menuju podium OPSI Nasional 2026 tidak berlangsung secara instan. Sebelum berhasil meraih medali perak, keduanya harus melewati serangkaian tahapan seleksi dan penilaian yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan MTsN 1 Model Banda Aceh pada 16 September 2026, tim riset Nafisah dan Aysha berhasil lolos ke babak final setelah bersaing dengan 820 tim yang mengunggah laporan akhir penelitian pada bidang Ilmu Pengetahuan Terapan jenjang SMP/MTs sederajat.

Keduanya kemudian terpilih menjadi salah satu dari 20 finalis nasional pada bidang tersebut. Kepastian lolos ke babak final ditetapkan melalui pengumuman Puspresnas berdasarkan Surat Nomor 1983/H3/PN.00/2026 tertanggal 13 September 2026.

Baca Juga:  Prof T Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Babak final OPSI Nasional 2026 berlangsung secara luring di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada 24–30 September 2026. Dalam tahapan tersebut, para finalis mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil penelitian melalui expo serta mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri.

Nafisah dan Aysha harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dikembangkan melalui proses pengamatan, pengujian, penyempurnaan prototipe, hingga penyusunan laporan ilmiah. Kemampuan menjelaskan gagasan, metode penelitian, serta manfaat inovasi menjadi bagian penting dalam tahapan penilaian.

Hingga akhirnya, kerja keras keduanya membuahkan hasil dengan meraih medali perak atau juara II nasional bidang Ilmu Pengetahuan Terapan.

Sebagai perwakilan Provinsi Aceh, keberhasilan Nafisah Zidaputri dan Aysha Xaviera Al Rescha meraih medali perak OPSI Nasional 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTsN 1 Model Banda Aceh dan masyarakat Aceh.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peserta didik dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan karya inovatif yang dapat bersaing di tingkat nasional.

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Ummiyani, berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berani mencoba, mengembangkan potensi, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Dukungan dari pihak madrasah, guru pembimbing, orang tua, dan lingkungan pendidikan juga diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda Aceh yang mampu menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait