Aceh Besar, Infoaceh.net — Setiap manusia muslim wajib mengambil rahmat yang Allah kirim melalui Rasul-Nya dan wajib mengaplikasikan dalam hidupnya, mulai dari kehidupan diri sendiri, kehidupan dalam keluarga, dalam masyarakat dan dalam berbangsa dan bernegara.
Itulah sasaran yang harus dipahami bahwa hanya rahmat itu yang dapat menenangkan kehidupan seseorang kita, dan hanya rahmat itu pula menenteramkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Firman Allah Swt: “Dan tidaklah Kami utuskan kamu (wahai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi sekalian alam. (QS. Al-Anbiya/21: 107)
Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh, Prof Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum’at di Masjid Baitul Maghfirah Dusun Beurami, Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jum’at (9/10/2026).
Tgk Hasanuddin mengatakan, kalau mengacu kepada pola hidup Rasulullah Saw yang wajib kita ikuti, maka ketemulah kita dengan kemuslihatan beliau, kearifan, keramahan, kejujuran, kasih syang, kemurahan hati beliau dan selanjutnya yang menjadi panutan dan ikutan bagi segenap insan sebagai rahmat yang Allah kirimkan ke dunia ini.
Selanjutnya dalam surah Al-Hasyar ayat 7 Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa berfirman: … Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah …
Menurut Tgk Hasanuddin, ayat ini bersinergi dengan ayat 107 surah Al-Anbiya, bahwa setelah Allah menyatakan pengutusan Rasulullah saw itu sebagi rahmat bagi sekalian alam, lalu Allah menyuruh segenap manusia di jagat raya ini menerima dan mengikuti apa saja yang dibawa dan diperintahknnya seraya meninggalkan apasaja yang dilarangnya.
“Karena itu, tidak ada alasan bagi umat manusia tidak mengikuti titah perintah Rasulullah Saw, kecuali bagi orang-orang kafir yang tidak mau beriman kepadanya,” tegasnya.
Tgk Hasanuddin menjelaskan, terkait dengan ayat 7 al-Hasyar, Ibnu Mas’ud pernah didatangi seorang wanita dari bani Asad yang terkenal dengan nama Ummu Ya’qub, ia berkata: aku mendengar bahwa Ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa Allah melaknat wanita yang menato dan yang minta ditato, wanita yang mencukur bulu alisnya dan wanita yang mengubah ciptaan Allah untuk kecantiikan.
Ibnu Mas’ud menjawab: benar saya telah membaca dari kitab Allah dan sunnah Rasulullah saw. Si wanita berujar: aku sudah membaca semuanya tetapi tidak mendapati yang kamu katakana itu. Ibnu Mas’ud berucap: apakah kamu tidak membaca Qur’an surah Al-Hasyar ayat 7 dan aku mendengar Rasulullah saw mengatakan itu di telingaku. Lalu perempuan tersebut memahaminya.
Tgk Hasanuddin Yusuf Adan mengungkapkan, kisah tersebut mengajak kita ikut dan tunduk patuh kepada Rasulullah saw sebagai sosok rahmat yang dikirim Allah untuk umat manusia di dunia ini. Ketika beliau memiliki sifat lemah lembut dalam bergaul dan bermasyarakat maka kita pun harus berlemah lembut dalam hidup ini, jangan bersikap kasar dan kejam seperti yang diperankan Abu Jahal, Abu Lahab dan para manusia kasar lainnya.
“Rahmat yang ada pada diri Rasulullah Saw itu dialamatkan Allah untuk umat manusia termasuklah kita di dalamnya, maka ambillah rahmat itu menjadi panduan dalam kehidupan baik berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara sebagaimana yang telah diprakarsai Rasulullah sendiri dalam kehidupan mereka,” pungkas Dosen Pasca sarjana UIN Ar-Raniry ini.
Penulis: Sayed M. Husen


















