Ekonomi

Bank Aceh Jadi Penyalur Banpres Rp3 Juta untuk UMKM Terdampak Bencana

JAKARTA, Infoaceh.net – Bank Aceh Syariah dipastikan ikut dilibatkan dalam penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha senilai Rp3 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman setelah menerima usulan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, agar bank daerah di Aceh turut dilibatkan dalam penyaluran bantuan.

Usulan itu mempertimbangkan penerapan prinsip syariah dalam sistem keuangan di Aceh sekaligus kebutuhan mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat.

“Tadi saya cross-check terakhir, Bank Aceh sudah bisa ikut merealisasikan. Aman. Karena memang betul kata Pak Wagub ini, memang kalau Aceh ini kan urusannya syariah-syariah ini, jadi kita harus tindak lanjuti semuanya,” kata Maman dalam rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Maman mengatakan, pemerintah pusat akan menindaklanjuti berbagai laporan dan usulan dari pemerintah daerah terkait penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera.

Pelaksanaan tindak lanjut tersebut akan dikoordinasikan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Ia juga meminta agar keterlibatan Bank Aceh dalam penyaluran bantuan segera ditindaklanjuti oleh tim teknis sehingga proses distribusi dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Mengenai keterlibatan bank-bank daerah di dalam pendistribusian ini pun sudah kita tindak lanjuti, Pak Wagub. Silakan saja nanti diselesaikan secara adat dengan teman-teman tim-tim di level teknis,” ujar Maman.

Wagub Aceh Minta Penyaluran Dipercepat

Baca Juga:  Bank Aceh Bersama Jaringan PRIMA Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Perluas Transaksi Digital

Dalam rapat yang sama, Fadhlullah menjelaskan bahwa pelibatan Bank Aceh diperlukan untuk membantu mempercepat penyaluran bantuan kepada UMKM korban bencana.

Selama ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi salah satu bank yang ditugaskan menyalurkan bantuan tersebut di Aceh. Namun, menurut Fadhlullah, besarnya jumlah penerima berpotensi menjadi tantangan apabila penyaluran hanya mengandalkan satu bank.

Karena itu, Pemerintah Aceh mengusulkan agar Bank Aceh turut mengambil bagian dalam proses distribusi sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat lebih cepat.

Fadhlullah menegaskan, percepatan penyaluran sangat dibutuhkan karena masyarakat Aceh masih berupaya memulihkan aktivitas ekonomi setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025.

“Kalau BSI sendiri kan berat nih menyalurkan begitu banyak. Nah, itulah salah satu yang kami usulkan. Jadi, harapan kami agar memudahkan kita semua, karena ini kan sudah setahun, Pak, paling tidak kami bisa memberikan bahwa hadiah bonus setahun bencana, anggaran semua sudah turun,” kata Fadhlullah.

Pelibatan Bank Aceh diharapkan dapat memperluas kapasitas penyaluran, mempermudah akses penerima bantuan, dan mendukung percepatan pemulihan usaha masyarakat terdampak.

Tahap Pertama Menyasar 112.849 UMKM

Maman mengungkapkan, pencairan Banpres rehabilitasi usaha mulai dilakukan pada pekan ini. Pada tahap pertama, bantuan akan disalurkan kepada 112.849 UMKM yang telah lolos proses verifikasi dan pembersihan data atau cleansing.

Sementara itu, sekitar 88.000 UMKM lainnya masih dipersiapkan untuk menerima bantuan pada tahap kedua. Dengan demikian, pemerintah menargetkan bantuan menjangkau total 200.000 UMKM penerima manfaat.

Baca Juga:  Nasabah Bank Aceh, Yuk Ramaikan SYAFIF Goes To Aceh, Ada Bazar UMKM hingga Promo Keuangan Syariah

Pemerintah, kata Maman, sedang mempercepat persiapan penyaluran tahap kedua agar seluruh penerima yang memenuhi persyaratan bisa memperoleh bantuan sesuai target.

“Ini lagi kita siapkan nanti untuk percepatan yang tahap kedua nanti. Dan, saya pikir, karena target kita, pokoknya perintah dari Pak Presiden, melalui Pak Ketua Satgas sebelum Desember ini harus terealisasi semuanya,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, Kementerian UMKM berkoordinasi dengan seluruh kepala dinas terkait di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pemerintah menargetkan pengumpulan data calon penerima bantuan tahap kedua selesai pada 2 November 2026.

Bantuan Rp3 Juta untuk Menghidupkan Kembali Usaha

Banpres senilai Rp3 juta per penerima ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memulihkan kegiatan usaha setelah mengalami dampak bencana.

Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai peralatan yang dibutuhkan agar usaha kembali beroperasi. Jenis peralatan yang dapat dibeli antara lain kompor, blender, serta perlengkapan lain sesuai kebutuhan usaha masing-masing penerima.

Maman berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan ekonomi dan mempercepat pemulihan usaha kecil di wilayah terdampak.

Bagi Aceh, percepatan penyaluran bantuan menjadi bagian penting dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana. Selain dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, keberlangsungan usaha kecil juga dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali memperoleh penghasilan.

Dengan dilibatkannya Bank Aceh, pemerintah daerah berharap distribusi Banpres dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau pelaku UMKM yang telah memenuhi persyaratan penerima bantuan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait