Cegah Pemilu Brutal, Ketua DPRK Banda Aceh Sarankan Pageu Gampong Tolak Politik Uang
BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar Farid juga menegaskan, Pemilu 2024 berpotensi menjadi pemilu paling brutal dalam sejarah kepemiluan Banda Aceh jika politik uang di masyarakat semakin merajalela.
Karena itu, Farid menyarankan kepada pemerintah dan Forkopimda untuk membentuk Pageu Gampong sebagai aksi menolak politik uang.
“Pageu gampong ini dapat menolak segala bentuk upaya money politic. Ini juga sesuai anjuran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan programnya ‘Hajar Serangan Fajar’, sehingga masyarakat bisa menyalurkan aspirasi haknya secara bebas pada pemilu mendatang,” kata Farid Nyak Umar saat menghadiri ngopi bareng dan diskusi yang dilaksanakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh bertema “Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas” di Kafe New Normal, Lampineung, Banda Aceh, Senin malam (18/12/2023).
Diskusi ini dihadiri oleh Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin, Ketua KIP Banda Aceh Yusri Razali, panwaslih, serta awak media.
Farid berharap agar Pemilu 2024 di Kota Banda Aceh dapat berjalan sukses, aman, jujur, dan adil.
Menurutnya, DPRK bersama Pemko Banda Aceh sudah berkomitmen agar pelaksanaan kontestasi politik di Pemilu 2024 nanti dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses.
Ada beberapa indikator pemilu sukses, antara lain, pelaksanaan pemilu harus aman dan damai.
Karena Banda Aceh menjadi barometer bagi daerah lain di Aceh. Maka, jika pemilu di Banda Aceh sukses dilaksanakan, akan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain.
“Banda Aceh yang selama ini menjadi etalase pelaksanaan demokrasi di Aceh, maka tidak boleh ada intimidasi, baik secara interaksi langsung maupun intimidasi intelektual. Karenanya KIP bersama Panwaslih harus memastikan agar pemilu berlangsung bebas, jujur dan adil,” katanya.
Indikator pemilu sukses selanjutnya kata Farid, yakni partisipasi pemilih meningkat. Meningkatnya partisipasi pemilih dapat dilihat dari meningkatnya pemilih dari kelompok milenial yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).