Umum

PMI Aceh Gelar Mukerprov, Evaluasi Kinerja dan Susun Program Kerja

BANDA ACEH – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh mengelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) tahun 2022, dengan tema “Totalitas Pengabdian untuk Kemanusiaan Menuju Aceh yang Handal dan Bersinergi dengan Pemerintah dalam Menjalankan Tugas Kepalangmerahan”.

Kegiatan Mukerprov PMI Aceh ini berlangsung di Gedung Rumoh PMI, Ateuk Munjeng, Kota Banda Aceh pada Ahad (17/7/2022).

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf mengatakan musyawarah kerja (Muker) ini amanah AD/ART PMI, tujuannya evaluasi kinerja tahun lalu dan penyusunan program ke depan.

“Kita punya tujuh prinsip dasar PMI, itu berlaku untuk semua organisasi PMI,” sebutnya.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Murdani Yusuf menegaskan sudah kewajiban bersama pemerintah dan PMI untuk memajukan kepalangmerahan, yang dibentuk atas perintah Undang-undang. Kegiatan PMI dalam pelayanan darah sangat penting, karena setiap hari ada kebutuhan.

Harapannya, ketua PMI yang ada UPTD, agar selalu mengadakan rapat koordinasi bulanan, demi pelayanan maksimal dan musyawarah yang berlangsung 16 sampai 18 Juli 2022 dapat melahirkan program kerja yang memang bermanfaat bagi publik.

Dikatakan Murdani, dalam pelayanan kepalangmerahan, PMI berusaha untuk mencapai visinya untuk menjadi profesional, berintegritas dan bekerja bersama masyarakat, dengan mengunggulkan program-program utama yaitu Peningkatan Pelayanan Donor Darah Sukarela, memperkuat pelayanan dalam penanggulangan bencana, serta meningkatkan tindakan preventif dalam pelayanan PMI.

Melakukan pembinaan generasi muda ( Relawan) melalui wadah KSR, TSR, PMR dan DDS.

“Tahun 2022 yang merupakan tahun kedua kepengurusan PMI Provinsi Aceh masa bakti 2020-2025, menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan,” jelasnya.

Murdani Yusuf menjelaskan, Palang Merah Indonesia Provinsi Aceh telah menjadi mitra pemerintah dalam bidang layanan kepalangmerahan selama lebih kurang 76 tahun.

Maka dari itu sudah kewajiban bersama pemerintah dan PMI untuk memajukan kepalangmerahan, yang dibentuk atas perintah undang-undang.

“Tantangan yang paling besar dan tidak pernah diprediksi sebelumnya adalah wabah pandemi Corona/Covid-19 di Indonesia, yang berdampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi secara global termasuk pada layanan kepalangmerahan, ” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif yang turut hadir memberikan sambutannya berharap PMI terus selalu eksis dengan berbagai program yang ada selama ini bermanfaat bagi masyarakat, terutama masa saat bencana.

Selain itu kita juga berharap kegiatan diluar bencana harus aktif, misalnya ambulance dan promotif, serta program lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Hanif menilai peran PMI cukup strategis, terutama misi membantu manusia saat masyarakat membutuhkan.

“Saat tsunami, peran PMI terlihat nyata, bahkan palang merah asing masuk ke Aceh untuk misi kemanusian,” jelasnya saat membuka Musyawarah Kerja Provinsi PMI Aceh tahun 2022.

Ia juga mengingatkan jasa petugas di pelayanan perlu diperhatikan, sebab mereka sudah menyiapkan tenaga dan waktu demi maksimalnya pelayanan. (IA)

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

Artikel Terkait