Olahraga

Lampu Stadion Lampineung Padam Karena Genset Habis Bahan Bakar

BANDA ACEH — Penyebab padamnya lampu penerangan di Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh menjelang kick off laga Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan pada Senin malam (5/9), akhirnya terungkap.

Hal itu disebabkan mesin genset yang digunakan untuk sumber listrik bagi lampu penerangan stadion, tidak bisa dihidupkan akibat kehabisan bahan bakar.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Kondisi ini karena kelalaian pihak panitia pelaksana dalam menyiapkan bahan bakar demi kelancaran pertandingan Persiraja vs PSMS Medan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita usai menggelar rapat dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Diungkapkannya, pada pukul 20.24 atau setidak-tidaknya minus 6 menit sebelum kick off, dilaporkan lampu Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh padam.

“Atas investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawas pertandingan dan venue delegate LIB, didapati bahwa penyebabnya adalah habisnya bahan bakar pada genset sebagai sumber utama pencahayaan listrik pada Stadion H Dimurthala Banda Aceh,” ujar Akhmad Hadian Lukita, Selasa (6/9).

Setelah mempelajari dan mencermati fakta dan uraian kejadian perkara, Komite Ad-Hoc Kompetisi menilai adanya kelalaian terhadap persiapan pertandingan sehingga menyebabkan pertandingan kompetisi Liga 2 Grup Barat NP 8 antara Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan tidak terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2 juga sudah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi akibat pelanggaran regulasi kepada Persiraja Banda Aceh yakni kalah WO dengan skor 0-3 dari PSMS Medan

Keputusan itu akibat gagalnya digelar pertandingan antara Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan Senin malam (5/9) karena padamnya lampu di Stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh.

Dalam salinan surat keputusan Komite Ad-Hoc Kompetisi PSSI dan PT LIB, memutuskan menerima seluruh laporan serta fakta uraian kejadian yang disampaikan oleh pihak-pihak yang sebagaimana disebutkan di atas.

Selanjutnya dalam surat itu, Komite Ad Hoc memutuskan Klub Persiraja Banda Aceh dinyatakan kalah 0-3, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Jo Pasal 18 Regulasi Kompetisi Liga 2- 2022/2023.

Sementara itu, Andry Mahyar Matondang, Direktur Teknik PT Kinantan Medan Indonesia, yang menaungi klub PSMS Medan, mengungkapkan rasa syukur PSMS meraih tiga poin tersebut.

“Alhamdulillah kita bersyukur keputusan ini akhirnya keluar. Ini menandakan tidak ada pertandingan tunda,” sebut Andry kepada wartawan di Medan, Selasa 6 September 2022.

Andry mengkritik Panpel dan tuan rumah yang dinilai tidak siap melaksanakan pertandingan. Hal kecil, yakni lampu stadion mati dan berdampak besar terhadap berlangsung pertandingan kedua tim dalam lanjutan Liga 2 grup Barat ini.

“Ini juga menandakan ketidaksiapan dari pihak tuan rumah,” tutur Andry.

Andry mengungkapkan setelah ini, PSMS Medan mempersiapkan diri untuk menjamu tim satu provinsi, yakni Karo United di Stadion Teladan, Kota Medan. Kedua tim ini, akan melakoni laga derby Sumut nantinya.

“Selanjutnya kami fokus menatap laga selanjutnya melawan Karo United tanggal 10 (September) nanti,” ungkap Andry. (IA)

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

Artikel Terkait