INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Farwiza Farhan, Aktivis Lingkungan Aceh Masuk 100 Tokoh Inspiratif TIME 2022

Last updated: Kamis, 29 September 2022 22:20 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 9 Menit
Farwiza Farhan, Aktivis Lingkungan Asal Aceh yang Masuk TIME100 Next 2022
SHARE

JAKARTA — Aktivis lingkungan
sekaligus konservasionis hutan asal Aceh, Farwiza Farhan masuk sebagai salah satu sosok 100 tokoh inspiratif Majalah TIME 2022.

Perempuan yang akrab disapa Wiza ini juga merupakan Chairperson dan Co-Founder organisasi non-profit asal Aceh, Yayasan HAkA (Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh). Namanya saat ini tengah banyak diperbincangkan karena ia masuk daftar TIME100 Next 2022 dari majalah Time.

PT PEMA Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir

Farwiza menjadi satu dari 20 perempuan dan laki-laki pada kategori Leaders. Beberapa lainnya adalah Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas, Wakil Presiden Kolombia Francia Márquez, hingga Ekonomis asal Afrika Selatan Bogolo Kenewendo.

- ADVERTISEMENT -

TIME100 Next sendiri dibuat untuk mengapresiasi sosok inspiratif dan telah memberi dampak positif bagi dunia yang berasal dari berbagai bidang. Daftarnya berisi 100 rising stars, mulai dari musisi, pekerja profesional, pemerintahan, hingga pemimpin gerakan.

Farwiza dianggap telah memberikan perubahan di bidang pelestarian lingkungan.

- ADVERTISEMENT -
Kapolda Lepas 855 Personel BKO Bantu Penanggulangan Banjir-Longsor Aceh

Penilaian ini disampaikan oleh konservasionis dan pendiri Jane Goodall Institute, Goodall di Majalah TIME. Dia menulis bahwa awalnya banyak yang meragukan bahwa Farwiza saat ingin mengutamakan pendidikan dan kepeduliannya terhadap hutan. Banyak yang menyarankan Farwiza memilih salah satunya.

Namun, Farwiza berpikir bahwa apa gunanya mendidik wanita muda jika pada akhirnya kembali ke desa dan meninggal karena kurangnya sanitasi. Goodall mengatakan Farwiza mengambil jalan aktivismenya.

“Tapi apa gunanya mendidik seorang wanita muda jika dia kembali ke desanya dan meninggal karena kurangnya sanitasi? Semuanya saling berhubungan. Kita perlu memecahkan masalah ini pada saat yang sama-dan jelas Farwiza Farhan telah mengambil kebenaran ini,” ungkapnya dalam Majalah TIME, Kamis (29/9/2022).

78 PPPK Optimalisasi dan 292 PPPK Paruh Waktu Resmi Dilantik di Kemenag Aceh  

Dia menyoroti Taman Nasional Gunung Leuser yang menjadi kawasan yang diperjuangkan oleh Farwiza. Goodall menilai bahwa kawasan ini penting bagi dunia.

- ADVERTISEMENT -

“Hutan seperti yang ada di Ekosistem Leuser adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, menyerap CO₂ dari atmosfer dan menyimpannya di daun, batang, dan tanah hutan. Dan jika hutan-hutan ini ditebang, maka itu berarti semua CO₂ dilepaskan kembali ke atmosfer yang sudah terbebani, ke dalam gas rumah kaca yang menyelimuti dunia dan menjebak panas matahari,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Farwiza di Leuser merupakan pekerjaan penting. Pekerjaan ini menciptakan perbedaan bagi masa depan dunia.

“Mempertahankan ekosistem dari industri, dari pembangunan, dari pemburu liar, seperti yang dilakukan Farwiza dan rekan-rekan aktivisnya, adalah pekerjaan penting. Dan pekerjaan itu dan pekerjaan orang-orang muda yang berpikiran sama akan membuat perbedaan bagi masa depan dunia kita,” ujarnya.

Sosok Farwiza Farhan

Dirangkum detikcom, Farwiza Farhan merupakan aktivis lingkungan Aceh yang fokus dalam kegiatan konservasi alam di Hutan Leuser, Aceh.

Perempuan kelahiran Banda Aceh tahun 1986 ini pernah bekerja untuk Global Carbon Capture & Storage Institute di Australia.

Ia juga pernah bekerja untuk Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser, hingga lembaga ini dibubarkan Gubernur Aceh.

Ketika Badan Ekosistem bubar, Farwiza bersama teman-temannya memutuskan bertahan di Leuser. Mereka mendirikan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh. Bagi Farwiza dan teman-temannya, Leuser bukan sekadar gunung dan hutan. Leuser adalah urusan nyawa baginya.

Atas perjuangannya itu, ia pernah mendapatkan Whitley Awards dari Whitley Fund For Nature, Inggris pada tahun 2016. Ia juga pernah aktor Hollywood Leonardo DiCaprio di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) pada 2016.

Ia juga pernah meraih Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021 dari Institute of the Environment and Sustainability, Universitas California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat. (IA)

Farwiza Farhan sendiri bukan nama baru di bidang aktivis lingkungan. Ia telah lama memperjuangkan kelestarian Ekosistem Leuser, kawasan yang dilindungi dan merupakan habitat badak, orang utan, gajah, dan harimau langka di Sumatera. Leuser juga jadi tempat terakhir di mana hewan-hewan tersebut masih bebas hidup di alam liar.

Dalam wawancaranya bersama Time, Wiza fokus membahas mengenai pentingnya mengatasi berbagai masalah lingkungan yang tak cuma merusak alam, tapi juga memengaruhi ekonomi negara.

“Semakin lama kita menunggu untuk mengatasi deforestasi, memuncaknya emisi, mengatasi masalah lingkungan, semakin buruk situasi ekonomi kita di masa depan,” ungkap Farwiza dalam wawancaranya bersama Time.

Kisah Wiza ini ditulis oleh ahli konservasi, Utusan Perdamaian PBB dan pendiri Jane Goodall Institute, Jane Goodall untuk Time. Kedua perempuan ini memiliki kesamaan, sama-sama peduli dengan isu lingkungan dan telah memberikan dampak positif demi membawa perubahan.

Sebelumnya, Wiza banyak dikenal masyarakat ketika muncul dalam film dokumenter yang melibatkan aktor Leonardo diCaprio. Film bertajuk Before the Flood tersebut membahas soal pemanasan global.

Salah satunya juga menceritakan perjalanan Leo yang pada 2016 mengunjungi Aceh. Pada momen tersebut, Wiza menemani Leo mengelilingi Leuser dan menemui gajah Sumatera.

Untuk mengetahui sosok Farwiza Farhan, kumparanWOMAN telah merangkum beberapa fakta terpilihnya dia sebagai salah satu sosok di TIME100 Next 2022. Simak selengkapnya berikut ini.

  1. Jadi pelindung Ekosistem Leuser

Sejak awal HAkA didirikan pada 2012, Wiza selalu berjuang melawan eksploitasi yang mengancam Ekosistem Leuser. Ia bersama anggota organisasi serta masyarakat lokal di sekitar Aceh berusaha mempertahankan kelestarian kawasan seluas 2,6 juta hektar itu.

Bersama HAka, Wiza memperkuat perlindungan, melakukan konservasi, dan restorasi dari Ekosistem Leuser. Menurutnya, Leuser tak hanya jadi rumah untuk hewan langka, tapi juga menyediakan sumber hidup langsung untuk masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Perempuan 36 tahun ini telah bekerja di HAkA sejak awal berdiri sebagai public relation manager hingga kini menempati posisi chairperson dan co-founder.

  1. Memberdayakan komunitas untuk berperan mengambil kebijakan
    Dalam misinya melawan eksploitasi dan ekspansi Ekosistem Leuser, Wiza bersama HAkA mengajak komunitas lokal untuk turut ambil peran.

“Kami melakukannya dengan memberdayakan komunitas lokal agar mereka memiliki suara dalam pembuatan kebijakan,” jelasnya seperti dikutip dari video Time.

Ia dan HAkA selalu berusaha melibatkan masyarakat lokal untuk melindungi bentang alam, memulihkan hak dan hubungan mereka dengan kawasan tersebut. Sebab menurutnya, Ekosistem Leuser ini adalah milik mereka sama seperti milik gajah, harimau, dan orang utan.

“Masyarakat lokal juga punya peran, mereka perlu diberdayakan dan dikuatkan,” pungkasnya.

  1. Selalu melibatkan perempuan

Bagi Wiza, sangat penting untuk melibatkan perempuan dalam melestarikan dan melindungi alam. Ia meyakini bahwa penting bagi perempuan untuk bisa ambil peran dalam melindungi lingkungan.

“Sangat penting bagi perempuan untuk mendapatkan kembali hak mereka untuk melindungi ekosistem ini… Mengajak perempuan dalam melindungi lingkungan sama dengan mengembalikan keseimbangan alam,” ungkap Wiza kepada Time.

  1. Ingin lingkungan konservasi lebih inklusif

Di balik usahanya dalam mempertahankan kelestarian Leuser, Wiza juga ingin mengubah sistem. Ia ingin lingkungan tempatnya bekerja, di kawasan konservasi, bisa lebih inklusif lagi.

Perempuan lulusan Doctor of Philosophy, PhD Anthropology di Universitas Amsterdam ini ingin wilayah konservasi bisa lebih setara. Kesetaraan itu tak cuma antara laki-laki dan perempuan, tapi juga secara profesi, baik bagi mereka yang ahli dalam kesetaraan atau mereka yang meyakini kepercayaan tradisional.

Ia juga ingin siapapun yang terlibat bisa menghargai pengetahuan tentang bagaimana berinteraksi dengan alam. Tidak hanya bagi mereka yang kita anggap ahli, tapi juga bagi mereka yang mendapat pengetahuan dari terjun di lapangan.

  1. Meraih berbagai prestasi

Kerja kerasnya dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan tak pernah sia-sia. Peran dan ketekunan Farwiza Farhan dalam menjalani pekerjaannya membuat dirinya mendapat sejumlah penghargaan.

Beberapa di antaranya, Wiza meraih National Geographic Wayfinder Awards 2022, Pritzker Emerging Environmental Genius Award 2021, dan pemenang Whitley Awards 2016.

Baru-baru ini, tepatnya pada 2020, Wiza juga menjadi bagian dari TED Fellows, program yang memberi dukungan transformasional kepada komunitas global yang terdiri dari 500 individu inspiratif. Datang dari berbagai bidang, mereka berkolaborasi untuk menghadirkan perubahan yang membentuk masa depan di seluruh dunia. (IA)

Previous Article Kanwil Kemenkumham Aceh dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan biaya Visa on Arrival (VoA) atau Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK) Permudah Bayar Visa di Bandara SIM, Kemenkumham Aceh dan BSI Teken Kerja Sama
Next Article Pj Gubernur Aceh dan Para Bupati Hadiri Pertemuan dengan Jokowi, Bahas Inflasi dan Kemiskinan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Semoga Tuhan Angkat Sakit Beliau
Umum
Luhut Bertemu Jokowi: Dua Pemimpin, Dua Generasi, Satu Etika Kebangsaan
Rabu, 2 Juli 2025
Bocor Rekaman Audio Trump Ingin Mengebom Moskow dan Beijing
Luar Negeri
Bocor Rekaman Audio Trump Ingin Mengebom Moskow dan Beijing
Kamis, 10 Juli 2025
Personel Satuan Brimob Polda Aceh berjalan kaki tembus desa terisolir di tengah banjir besar yang merendam Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Aceh
Brimob Polda Aceh Jalan Kaki Tembus Desa Terisolir Pidie Jaya: Salurkan Logistik, Evakuasi Lansia Sakit
Minggu, 30 November 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow
IKLAN HARI PAHLAWAN PEMKO
IKLAN PEMKO SABANG SUMPAH PEMUDA
IKLAN BANK ACEH HARI SANTRI
IKLAN DJP OKTOBER 2025

Berita Lainnya

Umum

TNI Dikerahkan Bantu Pulihkan Listrik di Aceh Setelah Tower PLN Roboh Dihantam Banjir

Jumat, 28 November 2025
Umum

Banjir Genangan Berulang, DPRK Minta PUPR Petakan Sistem Drainase Banda Aceh

Jumat, 28 November 2025
Umum

PAKEM Kejari Sabang Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyimpangan Keagamaan

Kamis, 27 November 2025
Umum

Forum PRB Dukung Penuh Penetapan Status Darurat Bencana Aceh

Kamis, 27 November 2025
Umum

Listrik Padam, Polsek Blang Bintang Evakuasi Freezer Vaksin Puskesmas ke Bandara SIM

Kamis, 27 November 2025
Umum

Wanita Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di RSUDZA

Kamis, 27 November 2025
Umum

Kejari Sabang Musnahkan Barang Bukti Kasus Pidana

Kamis, 27 November 2025
Kakanwil Kemenag Aceh Azhari
Umum

Kemenag Aceh Instruksikan Pemantauan Banjir dan Aksi Kemanusiaan

Kamis, 27 November 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?