Umum

Mau Mendarat di Bireuen, 200 Imigran Rohingya Ditolak Warga

BANDA ACEH — Kedatangan satu kapal yang berisi lebih kurang 200-an imigran Rohingya di Pantai Kuala Pawoen, Desa Pante Sukon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mendapat penolakan dari warga setempat, Kamis, 16 November 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto membenarkan penolakan itu. Ia menyampaikan, mulanya warga yang mengetahui kedatangan imigran Rohingya berbondong-bondong ke pesisir pantai untuk menolak kehadiran mereka.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Warga setempat menolak dan menyuruh imigran Rohingya itu naik lagi ke kapal. Salah satu alasan penolakan yang berkembang, karena imigran Rohingya yang pernah terdampar sebelumnya berperilaku kurang baik dan tidak patuh pada norma-norma masyarakat setempat,” kata Kombes Pol Joko Krisdiyanto, dalam keterangannya, Kamis malam (16/11).

Baca Juga:  Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Akhiri Macet Panjang Banda Aceh–Medan 

Namun demikian, sambung Joko, setelah diberi pengertian oleh aparat kepolisian, warga setempat bersedia memberikan bantuan makanan dan minuman seadanya, termasuk bahan bakar minyak, serta menyediakan boat untuk menarik kapal yang ditumpangi imigran Rohingya kembali ke laut.

Alumni Akabri 1994 itu juga mengatakan, bahwa ada 5 imigran yang tinggal di lokasi karena dalam kondisi lemah dan membutuhkan perawatan medis.

Baca Juga:  Anggota DPRA Tgk Agam Ungkap Pengakuan Anaknya Dipukul Senior di Poltekpel Malahayati

Namun, mereka sudah ditangani oleh pihak UNHCR dan sementara waktu diungsikan ke Gedung SKB Cot Gapu, Bireuen.

Selanjutnya, kata Joko, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dapat bekerja sama dalam penanganan imigran Rohingya.

Ia juga mengimbau agar warga setempat tidak bertindak anarkis, dan tetap memperlakukan mereka dengan baik. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait