Pendidikan

Hasil Penilaian 3 Calon Rektor IAIN Takengon Diserahkan ke Menteri Agama

JAKARTA — Pemilihan calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon sampai tahap akhir. Rektor IAIN Takengon Prof Zulkarnain telah menyerahkan hasil penilaian dan pertimbangan kualitatif tiga calon rektor kepada Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, melalui TU menteri.

Ketiga nama calon Rektor IAIN Takengon yaitu Prof Dr Ridwan Nurdin MCL, Dr Marhamah MKom.I dan Dr Shaumiwaty SS M Hum.

Dari IAIN Takengon, hadir Ketua Senat, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, dan Kepala Biro. Rektor IAIN Takengon dan jajaran juga sempat beraudiensi dengan Sekjen Kemenag Nizar. Ali

Baca Juga:  Kuliah Perdana Doktor Hukum Unimal, Prof Muttaqin: Hukum Adat Aceh Bisa Jadi Laboratorium Disertasi Kelas Dunia 

“Alhamdulillah, semua tahapan pemilihan calon rektor pada Satker IAIN Takengon telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh panitia penjaringan. Kerja ini dilakukan sejak November 2023,” terang Prof Zulkarnain, di Jakarta, Rabu (24/1/2024).

“Tahap berikutnya akan diproses di Kementerian Agama. Semoga awal April nanti, Rektor IAIN Takengon yang baru sudah dilantik Menteri Agama,” harap Prof Zul.

“Rektor baru ini akan menahkodai IAIN Takengon empat tahun mendatang,” sambungnya.

Prof Zulkarnain menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani, dan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi Diktis atas perhatian mereka kepada IAIN Takengon.

Baca Juga:  Inovasi Smart Room Berbasis IoT Antar Tim EduSecure MTsN 1 Banda Aceh Masuk Finalis OPSI Nasional 2026

“Ini merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri satu satunya di wilayah Tengah Aceh,” sebut Prof Zul.

Sejarah IAIN Takengon bermula dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih. Perguruan Tinggi ini awalnya dikelola oleh Yayasan Gajah Putih selama 29 tahun.

“Sejak 2012, STAI Gajah Putih beralih status menjadi STAI Negeri Takengon,” papar Prof Zul.

“Selang delapan tahun dari penegerian, kampus ini bertransformasi menjadi IAIN Takengon pada 2020,” pungkasnya. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait