Umum

Bahlil dan Jokowi Contoh Pemimpin Tidak Jujur Akademik

Infoaceh.net – Laporan internasional menempatkan Indonesia sebagai negara kedua paling tidak jujur dalam hal integritas akademik.

Menurut akademisi sekaligus Pengamat Politik Rocky Gerung, krisis ini tidak bisa dilepaskan dari perilaku para pemimpin dan institusi pendidikan tinggi yang dinilai gagal menjaga standar etika dan keilmuan.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Netizen mengaitkan krisis ini dengan perilaku pemimpin kita. Universitas Indonesia, misalnya, dipermalukan oleh skandal akademik Bahlil yang sampai hari ini tak ada kejelasan,” ujar Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Selasa 1 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa bukan hanya Bahlil yang bermasalah dalam kasus tersebut, tetapi juga para penguji dan petinggi UI yang diduga asal-asalan dalam melakukan proses akademik.

Baca Juga:  Illiza Buka Muswil VIII ICMI Aceh, Dorong Cendekiawan Perkuat Ekonomi Umat

“Mereka bersalah secara moral karena meloloskan tanpa integritas,” katanya.

Tak hanya UI, Rocky juga menyinggung Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama ini dikenal sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia.

Reputasi UGM, menurutnya, ikut tercoreng karena tidak mampu secara transparan membuktikan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi yang hingga kini dipersoalkan publik.

“UGM tidak bisa membuktikan bahwa ijazah itu betul-betul sudah di-screening dengan cermat sehingga bisa dijadikan sebagai tanda kelulusan mantan Presiden Jokowi,” tegas Rocky.

Baca Juga:  Forkopimda Ziarah Makam Raja Pedir Sultan Ma’rufsyah, Kenang Sejarah 515 Tahun Pidie

Ia menilai kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia hidup dalam lingkungan yang dibangun di atas kepalsuan dan kebohongan, terutama dalam ranah intelektual.

“Akhirnya publik menyimpulkan bahwa negeri ini tidak punya etika dalam berpikir, dan tidak punya kemewahan untuk mengatakan, saya ingin diuji secara jujur dan ketat,” ujarnya.

Mantan dosen filsafat UI itu juga mengkritik makna ijazah yang menurutnya kerap tidak merefleksikan kapasitas intelektual seseorang.

“Makanya saya pernah mengatakan ijazah itu tanda seorang pernah sekolah, bukan tanda dia pernah berpikir,” tutup Rocky Gerung.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait