Umum

IKA USK “Saweu Syedara”, Tembus Belantara Gayo Bantu Warga Terdampak Bencana

Aceh Tengah, Infoaceh.net — Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) menggelar program bakti sosial bertajuk “Saweu Syedara” di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Melalui kegiatan ini, para alumni melakukan penataan serta perbaikan sarana ibadah dan fasilitas keagamaan di sejumlah desa yang terdampak bencana.

Selain memperbaiki sarana ibadah, IKA USK juga menyalurkan bantuan berupa material bangunan dan berbagai perangkat infrastruktur guna mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat di wilayah tersebut.

Program yang dimulai sejak awal Ramadan ini berakhir pada Ahad (15/3/2026). Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKA USK, Amal Hasan mengatakan seluruh dana kegiatan berasal dari swadaya serta donasi para alumni USK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Titik pertama kegiatan bakti sosial dilakukan di Desa Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Desa tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah terpencil di kawasan pedalaman Tanah Gayo.

Menurut Amal Hasan, tim IKA USK harus menempuh perjalanan yang cukup berat untuk mencapai desa tersebut. Mereka harus melintasi hutan belantara dengan akses jalan terjal dan penuh risiko.

“Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar empat jam dengan jarak sekitar 60 hingga 70 kilometer dari pusat kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, bencana alam yang terjadi pada 26 November 2025 telah menghancurkan hampir 90 persen lahan pertanian dan perkebunan masyarakat di kawasan itu.

Baca Juga:  Polda Aceh Musnahkan 2.538 Vape Getar Mengandung Narkoba

Akibatnya, warga kehilangan sumber mata pencaharian, rumah, serta berbagai harta benda.

Bahkan, sebagian warga korban banjir di Desa Delung Sekinel terpaksa direlokasi ke lokasi yang lebih aman karena tempat tinggal sebelumnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dihuni.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP IKA USK Amal Hasan bersama tim IKA USK Saweu Syedara.

Bantuan tersebut diterima oleh Reje Desa Delung Sekinel, Sudirman.

Sudirman mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian IKA USK terhadap warganya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat di empat desa dalam kemukiman setempat.

“Dengan bantuan ini kami bisa lebih nyaman melaksanakan ibadah. Tempat ini juga menjadi tempat kami memohon doa kepada Allah agar dapat bangkit kembali setelah bencana,” kata Sudirman dengan haru.

Ia menyebutkan, hingga kini sudah empat bulan sejak bencana terjadi, namun kondisi warga masih sangat terbatas dan memprihatinkan.

“Kami tidak memiliki apa-apa lagi. Semua harus ditata ulang dan masyarakat masih bingung harus memulai dari mana,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sudirman berharap IKA USK dapat menjadi jembatan untuk mengajak berbagai pihak membantu kebutuhan fasilitas umum lainnya, seperti pembangunan sumur bor untuk sumber air bersih serta sarana sanitasi yang lebih layak bagi warga.

Baca Juga:  Pemerintah Aceh Terima Catatan dan Rekomendasi DPRA atas Pertanggungjawaban APBA 2025

Amal Hasan mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, sekaligus menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur. Amanah yang diberikan telah kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap warga tetap memiliki semangat untuk menata kembali kehidupan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain di Desa Delung Sekinel, IKA USK juga menyalurkan bantuan penataan sarana ibadah dan fasilitas lainnya di sejumlah desa lain di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Di Kabupaten Aceh Tengah, bantuan diserahkan kepada masyarakat Desa Rawe di Kecamatan Lut Tawar dan Desa Pondok Balek di Kecamatan Ketol.

Sementara di Kabupaten Bener Meriah, bantuan diberikan kepada warga Desa Rembele dan Desa Lampahan Barat.

Amal Hasan berharap kepedulian yang dilakukan IKA USK dapat memotivasi berbagai pihak untuk turut membantu masyarakat yang hingga kini masih membutuhkan perhatian dan dukungan.

Menurutnya, berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat pascabencana harus ditangani secara terpadu dan terintegrasi lintas sektor.

“Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan muncul dampak yang lebih kompleks dan proses pemulihannya akan semakin sulit,” pungkas Amal Hasan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait