Banda Aceh, Infoaceh.net — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana alam di Provinsi Aceh menggelar kegiatan media gathering sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong transparansi informasi kepada publik.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa siang, 7 April 2026, bertempat di The Pade Hotel, Aceh Besar, dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, pemangku kepentingan, serta insan pers dari berbagai organisasi dan media di Aceh.
Satgas PRR menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengakselerasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, tidak hanya di Aceh, tetapi juga mencakup wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR, Dr Safrizal ZA dalam keterangannya, Senin (6/4) menyampaikan keterlibatan media sangat krusial dalam memastikan keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap setiap tahapan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat diketahui, diawasi, dan didukung oleh publik,” ujarnya.
Acara ini menghadirkan sejumlah pejabat penting dari kementerian dan lembaga, termasuk perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta instansi vertikal lainnya.
Selain itu, turut diundang jajaran pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai organisasi profesi dan asosiasi jurnalis di Aceh.
Dari kalangan media, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, Serikat Media Siber (SMSI) serta organisasi media lainnya dan televisi lokal maupun nasional.
Agenda utama berupa pemaparan program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dimulai pukul 14.00 WIB.
Dalam sesi ini, masing-masing kementerian dan lembaga memaparkan progres, tantangan, serta rencana strategis dalam percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
Fokus utama mencakup pembangunan infrastruktur, pemulihan permukiman warga, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session pada pukul 15.30 WIB yang menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan insan pers.
Dalam sesi ini, para jurnalis diberi kesempatan menyampaikan masukan, kritik serta pertanyaan terkait pelaksanaan program PRR di lapangan.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai isu yang mengemuka, mulai dari transparansi penggunaan anggaran, efektivitas penyaluran bantuan, hingga perlunya pengawasan ketat terhadap proyek-proyek rekonstruksi agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Satgas PRR menegaskan komitmennya menjadikan media sebagai mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci dalam mencegah misinformasi sekaligus memastikan akuntabilitas publik tetap terjaga.
“Sinergi dengan media bukan hanya soal publikasi, tetapi juga bagian dari pengawasan sosial. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan demi perbaikan ke depan,” tambah Safrizal.


















