Banda Aceh, Infoaceh.net – PT Bank Aceh Syariah (BAS) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pemanfaatan jasa layanan perbankan dan penguatan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Kesepakatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Bank Aceh Syariah, Banda Aceh, Senin (25/5/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada aspek pelayanan akademik dan pengelolaan sistem keuangan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi tersebut, Bank Aceh Syariah dan UTU berkomitmen membangun sistem layanan yang lebih terintegrasi guna mempermudah akses transaksi keuangan, administrasi kampus, hingga mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerja sama itu dihadiri langsung oleh Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan MSi didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr Ir M Aman Yaman beserta tim kerja sama universitas.
Kehadiran rombongan UTU disambut Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi, bersama jajaran manajemen bank.
Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan transformasi kampus menuju sistem pelayanan berbasis digital yang lebih efektif, modern dan efisien.
Menurutnya, perguruan tinggi di era global saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam pengelolaan administrasi dan layanan keuangan kampus.
“Era digital menuntut institusi pendidikan untuk bergerak cepat dan adaptif. Melalui kerja sama dengan Bank Aceh Syariah, kita ingin memastikan seluruh pelayanan akademik, mulai dari pembayaran SPP hingga sistem keuangan internal, dapat diakses secara cepat, aman, dan tanpa sekat birokrasi yang rumit,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Ia menjelaskan, implementasi sistem digital terintegrasi nantinya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, transparansi tata kelola keuangan, sekaligus memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam mengakses berbagai layanan kampus.
Tak hanya itu, menurut Ishak Hasan, transformasi digital juga menjadi bentuk komitmen UTU terhadap isu keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan penggunaan dokumen berbasis kertas.
“Dengan migrasi menuju sistem digital, penggunaan kertas di lingkungan kampus akan semakin berkurang. Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata universitas dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi tantangan perubahan iklim,” katanya.
Sementara Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi, menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni formal, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan implementasi teknis di lapangan.
Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung integrasi sistem layanan keuangan digital dengan sistem informasi akademik yang dimiliki Universitas Teuku Umar.
“Kami akan segera menurunkan tim teknis untuk mengintegrasikan sistem perbankan digital kami dengan sistem informasi akademik di UTU. Target kami, dalam waktu dekat seluruh civitas akademika UTU sudah bisa menikmati kemudahan transaksi digital yang praktis,” kata Hendra Supardi.
Ia menilai kerja sama tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pendidikan dan dunia perbankan syariah dapat saling mendukung dalam menciptakan ekosistem pelayanan yang modern dan efisien.
Selain mendukung kemudahan transaksi mahasiswa, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola administrasi kampus, mempercepat digitalisasi pembayaran pendidikan, serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut turut diisi dengan pembahasan mengenai peta jalan (roadmap) integrasi sistem layanan digital yang akan disusun bersama oleh tim teknis kedua belah pihak dalam waktu dekat.
Dengan kerja sama ini, Universitas Teuku Umar dan Bank Aceh Syariah optimistis dapat menghadirkan inovasi layanan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi civitas akademika, tetapi juga mendukung percepatan transformasi digital pendidikan tinggi di Aceh.


















