Banda Aceh, Infoaceh.net – Ribuan warga memadati kawasan Meuligoe Gubernur Aceh untuk meminta bantuan uang meugang, Selasa (26/5/2026).
Setelah mendobrak pintu masuk meuligoe, akhirnya bantuan uang meugang dibagikan oleh tim Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Tradisi tahunan menjelang Hari Raya Idul Adha itu kembali menarik antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Banda Aceh dan sekitarnya.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan dan berkumpul di sejumlah ruas jalan di sekitar Meuligoe Gubernur Aceh.
Mereka tampak menunggu sambil berharap memperoleh bantuan uang meugang yang rutin dibagikan menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Menjelang siang, sekitar pukul 12.40 WIB, warga yang mendobrak pintu masuk mulai diarahkan memasuki halaman belakang Meuligoe Gubernur Aceh untuk mengikuti proses pembagian bantuan.
Petugas yang berada di lokasi tampak mengatur jalannya antrean agar tetap tertib dan menghindari penumpukan massa.
Dalam pelaksanaannya, warga dibagi ke dalam dua jalur antrean. Perempuan dan anak-anak mendapat prioritas untuk menerima bantuan lebih dahulu, kemudian disusul oleh kaum laki-laki.
Meski jumlah warga yang hadir mencapai seribuan orang, proses pembagian berlangsung relatif tertib di bawah pengawasan tim pengamanan dan petugas lapangan.
Pada kesempatan itu, setiap warga dewasa menerima bantuan uang meugang sebesar Rp100 ribu, sementara anak-anak memperoleh Rp50 ribu.
Bantuan tersebut disebut bukan dari Pemerintah Aceh tapi berasal dari dana pribadi Mualem sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Bagi masyarakat Aceh, meugang bukan sekadar tradisi menyambut hari raya, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi keluarga melalui kebiasaan memasak dan menikmati hidangan daging bersama.
Namun di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, bantuan uang meugang menjadi harapan tersendiri untuk membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari besar.
“Alhamdulillah bisa terbantu untuk beli daging meugang setelah berdiri beberapa jam depan Pendopo Gubernur,” ujar salah seorang warga yang ikut mengantre di lokasi.
Tradisi berbagi uang meugang oleh Mualem diketahui bukan hal baru. Kegiatan tersebut telah rutin dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.
Setiap menjelang puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha, Mualem selalu menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap warga kurang mampu.
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Mualem bahkan turun langsung membagikan bantuan kepada masyarakat. Namun ketika tidak dapat hadir secara langsung, pembagian tetap dilakukan melalui tim yang ditugaskan untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Tradisi meugang sendiri merupakan warisan budaya khas Aceh yang telah berlangsung turun-temurun.
Menjelang Idul Fitri, Idul Adha, maupun awal Ramadan, masyarakat biasanya membeli daging sapi atau kerbau untuk dimasak dan disantap bersama keluarga.
Tradisi itu juga menjadi momentum berbagi rezeki kepada kerabat dan masyarakat kurang mampu agar dapat ikut merasakan kebahagiaan hari raya.
Dengan tingginya antusiasme warga yang mendatangi Meuligoe Gubernur Aceh, pembagian uang meugang tahun ini kembali menunjukkan kuatnya tradisi kebersamaan di tengah masyarakat Aceh, sekaligus menjadi simbol kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idul Adha.


















