Banda Aceh, Infoaceh.net – Kinerja keuangan PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Mustaqim Aceh Tahun Buku 2025 memunculkan sejumlah catatan menarik.
Di tengah aset yang telah menembus Rp240,61 miliar dan modal disetor mencapai Rp106 miliar, laba bersih bank milik Pemerintah Aceh tersebut tercatat hanya Rp3,30 miliar.
Data itu tercantum dalam laporan keuangan audited tahun 2025 yang telah dipublikasikan. Dari sisi struktur permodalan, bank tergolong kuat karena modal yang dimiliki mencapai sekitar 44 persen dari total aset.
Namun, kemampuan menghasilkan keuntungan dinilai masih relatif terbatas dibandingkan besarnya sumber daya yang dikelola.
Laporan keuangan menunjukkan total aset BPRS Mustaqim Aceh pada akhir Desember 2025 sebesar Rp240.609.245.312, sedangkan modal disetor tercatat Rp106.001.000.000. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan hanya mencapai Rp3.304.235.449.
Di sisi lain, bank membukukan beban operasional sebesar Rp26,56 miliar, atau sekitar delapan kali lebih besar dibandingkan laba bersih yang berhasil diperoleh selama satu tahun buku.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan masih terserap untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan.
Apabila dibandingkan dengan modal yang telah ditanamkan, laba bersih hanya sekitar 3,12 persen. Sedangkan terhadap total aset, laba yang dihasilkan sekitar 1,37 persen.
Angka tersebut menggambarkan bahwa ruang peningkatan produktivitas aset dan efisiensi operasional masih terbuka.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah belum adanya pembagian dividen kepada pemegang saham dalam laporan keuangan tersebut.
Laba tahun berjalan masih dicatat sebagai saldo laba pada ekuitas dan belum terdapat informasi mengenai realisasi pembagian dividen. Sesuai mekanisme korporasi, pembagian dividen merupakan kewenangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Komposisi pemegang saham BPRS Mustaqim Aceh menunjukkan Pemerintah Aceh menguasai 99,99 persen saham, sedangkan 0,01 persen dimiliki oleh Azhari, SE., M.Si. Dengan struktur kepemilikan tersebut, setiap kebijakan mengenai penggunaan laba, termasuk pembagian dividen atau penguatan modal, berada pada keputusan RUPS.
Secara umum, laporan keuangan memperlihatkan bank tetap membukukan laba dan memiliki tingkat permodalan yang kuat.
Namun demikian, besarnya aset dan modal dibandingkan dengan laba yang dihasilkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemegang saham maupun manajemen dalam meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas pembiayaan, dan pengembalian investasi pada tahun-tahun berikutnya.



















Hubungi Layanan Call Center resmi kredit one (0823) 72748652 / Hubungi Layanan CS (0822) 97947389 & Melalui Gmail [email protected]. Layanan pelanggan layanan kredit satu dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00 – 23:00 WIB.
Hubungi Layanan Call Center resmi kredit one (0823) 72748652 / Hubungi Layanan CS (0822) 97947389 & Melalui Gmail [email protected]. Layanan pelanggan layanan kredit satu dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00 – 23:00 WIB.