Umum

Wartawan Lokal Sempat Tak Diinginkan Hadir di Kegiatan BPJS Kesehatan Sabang

SABANG, Infoaceh.net — Fakta mengenai pelaksanaan kegiatan Fun Run dan peresmian Monumen Gotong Royong yang digelar BPJS Kesehatan di Sabang pada Jumat, 7 Agustus 2026, kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, beberapa pekan setelah kegiatan tersebut selesai, baru diketahui adanya informasi bahwa wartawan lokal pada awalnya sempat tidak diinginkan untuk hadir dan melakukan peliputan.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Informasi yang diperoleh menyebutkan, wartawan lokal baru diperbolehkan hadir setelah dilakukan dialog dengan pihak terkait.

Setelah dialog tersebut, wartawan akhirnya diberikan kesempatan untuk mengikuti dan meliput kegiatan.

Namun, muncul pertanyaan serius mengenai alasan mengapa wartawan lokal sejak awal sempat tidak diinginkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Informasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan Banda Aceh telah memiliki atau menyiapkan tim wartawan/media sendiri untuk kegiatan tersebut, termasuk menyiapkan press release.

Baca Juga:  Kepala BNNP Aceh Ingatkan: Narkoba Kini Sudah Masuk Gampong

Jika informasi tersebut benar, publik patut mempertanyakan apakah keberadaan tim media yang disiapkan sendiri menjadi alasan sehingga wartawan lokal sempat tidak mendapatkan akses yang sama.

Kondisi tersebut patut diduga berpotensi menimbulkan perlakuan diskriminatif terhadap wartawan lokal di Sabang, khususnya apabila akses peliputan tidak diberikan secara setara kepada wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Persoalan ini bukan sekadar mengenai boleh atau tidaknya wartawan hadir dalam sebuah kegiatan.

Yang menjadi perhatian adalah perlakuan terhadap wartawan lokal serta alasan di balik sikap awal yang tidak menginginkan mereka hadir.

Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung di Sabang dan melibatkan lembaga publik. Keterbukaan terhadap pers semestinya menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Uji Kecepatan Maksimal di Tikungan, Pemotor Tewas Terjun ke Sungai di Banda Aceh

Hingga kini, Humas BPJS Kesehatan Banda Aceh, Rifqah Sesarina, belum memberikan jawaban atas pesan konfirmasi yang telah dikirimkan wartawan terkait persoalan tersebut.

Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai apakah benar wartawan lokal sempat tidak diinginkan hadir, apa alasan di balik sikap tersebut, serta mengapa setelah dilakukan dialog wartawan akhirnya diperbolehkan meliput.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang seluas-luasnya bagi BPJS Kesehatan Banda Aceh untuk memberikan klarifikasi dan menggunakan hak jawab.

Redaksi menegaskan bahwa persoalan ini baru diketahui beberapa minggu setelah kegiatan selesai, sehingga publik kini berhak mendapatkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait