Politik

Peringati Harlah KPU ke-73, KIP Banda Aceh Teladani Keadilan Syiah Kuala

Banda Aceh, Infoaceh.net – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh memperingati Hari Lahir (Harlah) Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke-73 dengan berziarah ke makam ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili atau Syiah Kuala, di Gampong Deah Raya, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan doa bersama, santunan anak yatim, serta refleksi nilai keadilan dan demokrasi yang diwariskan dalam sejarah pemerintahan Kesultanan Aceh Darussalam.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KIP Banda Aceh, Yusri Razali, mengatakan demokrasi tidak cukup dimaknai sebagai proses memilih pemimpin melalui pemilihan umum.

Baca Juga:  Tak Hanya Kritik, Ketua DPRK Banda Aceh Ajak Mahasiswa USK Cari Solusi Kemiskinan-Pengangguran

Menurutnya, demokrasi harus berjalan seiring dengan penegakan hukum, keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab pemegang kekuasaan terhadap masyarakat.

Keteladanan Syiah Kuala yang pernah menjabat sebagai Qadhi Malikul Adil pada masa Kesultanan Aceh dinilai memberikan pelajaran penting mengenai kedudukan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Yusri juga menyinggung sejarah kepemimpinan perempuan di Aceh, termasuk Sultanah Tajul Alam Safiatuddin Syah yang memerintah pada 1641–1675, kemudian dilanjutkan tiga sultanah lainnya.

Menurutnya, perjalanan sejarah tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga:  MTsN 1 Banda Aceh Santuni 62 Anak Yatim pada Peringatan Maulid Nabi 2026

Selain ziarah, KIP Banda Aceh menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di kantor setempat.

Kegiatan sosial tersebut berhasil mengumpulkan 19 kantong darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kemanusiaan.

Peringatan Harlah KPU ke-73 yang jatuh pada 7 November 2026 ini juga menjadi momentum bagi jajaran penyelenggara pemilu untuk memperkuat integritas, tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KIP Banda Aceh berharap nilai demokrasi tidak berhenti pada penyelenggaraan pemilu, tetapi juga tercermin dalam kepedulian sosial dan penghormatan terhadap keadilan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait