Syariah

Pesawat Hadir di Asrama Haji Aceh, Jadi Sarana Edukasi dan Manasik Jamaah

Banda Aceh, Infoaceh.net — Pemandangan tak biasa kini tersaji di halaman Asrama Haji Embarkasi Aceh. Sebuah pesawat jenis Boeing 737 tampak terparkir gagah, layaknya sedang bersiap mengangkut penumpang menuju ke Tanah Suci, Arab Saudi.
Namun, burung besi tersebut bukan untuk terbang, melainkan dihadirkan khusus sebagai sarana edukasi dan manasik bagi calon jamaah haji dan umrah asal Aceh.
Kehadiran pesawat ini menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji dan umrah.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah pesawat komersial utuh ditempatkan di area asrama haji sebagai media pembelajaran visual dan praktik langsung bagi jamaah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Aceh, Arijal, mengatakan fasilitas ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada calon jamaah tentang proses perjalanan udara menuju Arab Saudi.
“Kehadiran pesawat ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam pelaksanaan haji dan umrah. Selama ini jamaah hanya mendapatkan penjelasan secara teori, sekarang mereka bisa melihat dan merasakan langsung,” ujar Arijal di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).
Pesawat Boeing 737 tersebut merupakan hibah dari PT Garuda Indonesia yang diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah melalui kerja sama resmi. 
Asrama Haji Embarkasi Aceh dipilih sebagai lokasi penempatan perdana fasilitas edukasi ini di tingkat nasional.
Menurut Arijal, pemilihan Aceh sebagai lokasi pertama bukan tanpa pertimbangan.
Aceh memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjalanan ibadah haji di Indonesia.
Sejak masa lalu, masyarakat Aceh telah menjadi salah satu pelopor pemberangkatan haji, mulai dari jalur laut hingga kini melalui jalur udara.
“Aceh punya sejarah panjang dalam pemberangkatan haji. Dari zaman dahulu masyarakat Aceh berangkat ke Tanah Suci menggunakan kapal laut, kemudian berkembang ke jalur udara. Embarkasi Aceh ini menjadi yang pertama di Indonesia berkat perhatian dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pesawat ini juga mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah di Aceh, sekaligus memperkuat posisi Embarkasi Aceh sebagai salah satu embarkasi strategis di Tanah Air.
“Saya kira dari pusat melihat Aceh sangat layak. Karena itu, bersama PT Garuda Indonesia, diputuskan menjadikan pesawat ini sebagai tempat pelatihan bagi masyarakat Aceh, khususnya jemaah haji dan umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi,” kata Arijal.
Saat ini, proses perakitan ulang pesawat tersebut sudah hampir rampung.
Pesawat yang sebelumnya tidak lagi beroperasi secara komersial itu dipasang kembali secara utuh, mulai dari badan hingga bagian dalamnya. Interior pesawat akan ditata sedemikian rupa agar menyerupai kondisi pesawat saat digunakan dalam penerbangan jarak jauh.
“Nantinya pesawat ini akan dilengkapi dengan kursi seperti pesawat sebenarnya, lengkap dengan lorong dan penomoran tempat duduk. Ini sangat membantu jemaah, terutama jemaah lanjut usia, agar tidak canggung saat pertama kali naik pesawat,” ungkap Arijal.
Dengan adanya fasilitas ini, calon jamaah tidak lagi sekadar membayangkan suasana kabin pesawat. Mereka dapat mempraktikkan langsung tata cara naik pesawat, mencari nomor kursi, menyimpan barang bawaan, hingga memahami posisi duduk yang benar selama penerbangan panjang menuju Arab Saudi.
Selain itu, pesawat ini juga diharapkan dapat mengurangi rasa cemas dan ketegangan, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara.
Proses pemasangan dan penataan pesawat sepenuhnya dikerjakan oleh teknisi profesional dari PT Garuda Indonesia, guna memastikan standar keselamatan dan keakuratan desain interior tetap terjaga meski pesawat digunakan sebagai media edukasi.
Jika tidak ada kendala, fasilitas manasik unik ini akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Peresmian direncanakan akan dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Wakil Menteri, bersama jajaran PT Garuda Indonesia serta instansi terkait lainnya.
“Nanti dalam waktu dekat akan diresmikan. Mungkin Pak Menteri atau Wakil Menteri akan datang langsung ke sini bersama pihak Garuda dan instansi lainnya,” pungkas Arijal.
Kehadiran pesawat Boeing 737 di Asrama Haji Aceh ini diharapkan menjadi model nasional dalam peningkatan kualitas manasik haji dan umrah, sekaligus memperkuat kesiapan mental dan teknis jemaah sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Beri Komentar

Artikel Terkait