Pendidikan

56 Ribu Anak Aceh Usia 16–18 Tahun Tak Bersekolah, Sekda: Ini Bom Waktu Pembangunan  

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Di balik capaian membanggakan dunia pendidikan Aceh di tingkat nasional, saat ini persoalan serius masih membayangi.
Sekitar 56 ribu anak Aceh usia 16–18 tahun tercatat tidak bersekolah, sebuah angka yang dinilai berpotensi menjadi ancaman besar bagi masa depan pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus segera ditangani secara serius dan terukur.
Jika tidak, dampaknya akan sangat merugikan Aceh dalam jangka panjang.
“Kalau ini tidak cepat kita tangani, maka akan menjadi bom waktu bagi proses pembangunan Aceh,” tegas M. Nasir Syamaun 
Pernyataan itu disampaikan Sekda Aceh saat melantik 201 Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), SMK dan SLB di lingkungan Pemerintah Aceh, yang digelar di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Senin sore (26/1/2026).
Beasiswa Yatim Besar, Masalah Putus Sekolah Masih Tinggi
Sekda mengungkapkan, Pemerintah Aceh pada tahun 2025 telah menyalurkan beasiswa kepada 93.579 anak yatim di seluruh kabupaten/kota dan di semua jenjang pendidikan.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mampu menekan jumlah remaja usia sekolah yang berada di luar sistem pendidikan formal.
Menurutnya, kelompok usia 16–18 tahun merupakan fase krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia.
Tingginya angka anak tidak bersekolah pada rentang usia tersebut berpotensi memicu berbagai persoalan sosial di masa depan.
M. Nasir menaruh harapan besar kepada para kepala sekolah yang baru dilantik agar mampu berperan aktif menurunkan angka anak tidak bersekolah secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Ia menekankan bahwa pelantikan kepala sekolah bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan kinerja nyata.
“Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan iklim dan arah pendidikan. Sekolah tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga kepemimpinan yang mumpuni dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda Aceh juga mengapresiasi capaian Aceh yang berhasil menembus peringkat lima nasional kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dedikasi dan kerja keras para guru, kepala sekolah, serta seluruh insan pendidikan di Aceh.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah mendorong peringkat Aceh di tingkat nasional,” kata M. Nasir.
Namun demikian, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat semua pihak lengah terhadap persoalan mendasar yang masih ada, terutama terkait pemerataan akses pendidikan.
Sekda Aceh juga menyoroti tantangan pendidikan di daerah-daerah yang masih terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Ia mendorong para kepala sekolah untuk menjadi motor pemulihan, sekaligus penggerak peningkatan prestasi di satuan pendidikan masing-masing.
“Ciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan aman bagi anak,” pesannya.
Selain itu, M. Nasir meminta seluruh kepala sekolah turut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak generasi Aceh yang unggul, cerdas dan bebas stunting.

Beri Komentar

Artikel Terkait