Syariah

IPARI Banda Aceh Terjunkan Penyuluh Pulihkan Trauma Korban Banjir

Banda Aceh, Infoaceh.net — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh menerjunkan sejumlah penyuluh agama untuk melakukan pendampingan dan pemulihan trauma (trauma healing) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Para penyuluh tersebut dilepaskan secara resmi di aula Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Senin (26/1/2026).
Pelepasan rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Salman Arifin didampingi Kasi Bimas Islam, Dr Akhyar MAg. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Kementerian Agama terhadap kondisi masyarakat pascabencana, khususnya dalam aspek pemulihan mental, psikologis, dan spiritual.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Banda Aceh menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan terapi psikososial yang digagas IPARI.
Ia berharap para penyuluh agama yang ditugaskan dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga para penyuluh dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Aceh Tamiang. Mari kita ambil hikmah dan i’tibar dari musibah yang telah Allah berikan,” ujar Salman.
Ia menegaskan kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat terdampak bencana sangat penting, tidak hanya untuk memberikan penguatan keagamaan, tetapi juga membantu memulihkan kondisi psikologis warga yang mengalami tekanan pascabencana.
“Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menyisakan luka batin. Dengan adanya kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa Kementerian Agama peduli terhadap kondisi umat secara menyeluruh, baik lahir maupun batin,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan terapi psikososial dan pendampingan masyarakat ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 27 – 30 Januari 2026.
Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain terapi psikososial di sekolah-sekolah dan majelis ta’lim terdampak banjir, tabligh akbar, ceramah ba’da Maghrib, tausiah Subuh, konsolidasi organisasi, serta penyaluran Al-Qur’an dan buku Iqra’ kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh diharapkan mampu menghadirkan ketenangan, memberikan motivasi, serta membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit dan menata kehidupan pascabencana.
Pelepasan rombongan turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, para penyuluh agama, serta pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh.
Acara ditutup doa bersama, sebagai harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan para penyuluh diberikan keselamatan selama menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana.

Beri Komentar

Artikel Terkait