Aceh Besar, Infoaceh.net — Srikandi PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banda Aceh menggelar pelatihan kewirausahaan bagi Kelompok Usaha Tiram di Meunasah Desa Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (11/3).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Social Safeguard, khususnya dalam mendorong Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (Gender Equality, Disability and Social Inclusion/GEDSI) di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu Kelompok Usaha Tiram Desa Lamteungoh serta kelompok perempuan rentan dari Desa Lam Awe.
Selama ini, kelompok tersebut merupakan bagian dari komunitas pesisir yang memiliki potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal, khususnya budidaya dan pengolahan tiram.
Melalui pelatihan tersebut, PLN berupaya memperkuat kapasitas kewirausahaan perempuan agar mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Keuchik Lamteungoh, Nurul Bahri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN yang dinilai sangat membantu masyarakat desa, terutama perempuan pelaku usaha kecil.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN atas perhatian dan dukungan kepada masyarakat desa, khususnya kepada kelompok perempuan pelaku usaha tiram.
Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Panglima Laot setempat, Afrizal, serta Srikandi PLN dari berbagai unit, di antaranya Srikandi PLN UID Aceh, Srikandi PLN UP3 Banda Aceh, dan Srikandi PLN UP2D Aceh.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung tim dari Wildlife Conservation Society (WCS) yang menjadi mitra dalam penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Muhammad Fathurrahman Jasmi Alfariez, yang memberikan pembekalan terkait penguatan kapasitas kewirausahaan, pengelolaan usaha kelompok, peningkatan nilai tambah produk olahan tiram, hingga strategi pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Manager PLN UP3 Banda Aceh, Rudi Hamiri, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“PLN tidak hanya hadir untuk menyediakan listrik bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui program pemberdayaan seperti pelatihan kewirausahaan ini, kami ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, khususnya perempuan, agar mampu mengembangkan potensi usaha lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen PLN dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, kesetaraan gender, serta inklusi sosial dalam setiap program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi lokal, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi komunitas pesisir,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru terkait pengembangan usaha, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengelola usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar.
Program pemberdayaan ini juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan kesenjangan sosial, serta pengelolaan potensi ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

















