Ekonomi

BSI Catat Kinerja Positif Awal 2026, Kelola 22,5 Ton Emas

Jakarta, Infoaceh.net — Kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan performa solid pada awal tahun 2026. Strategi Perseroan dalam mengakselerasi transformasi digital, memperluas bisnis emas, memperkuat segmen konsumer serta mendukung program pemerintah di sektor produktif dan UMKM terbukti efektif menjaga tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

BSI terus memperkuat komitmen dalam mendukung program Astacita Pemerintah, khususnya melalui penyaluran pembiayaan pada segmen ritel guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan SPPG, serta penyaluran pembiayaan mikro, SME, dan KUR Syariah.

Langkah ini berdampak positif terhadap fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga dan pembiayaan yang tetap terjaga dengan baik.

Secara umum, kinerja BSI (unaudited) per Februari 2026 mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama.

Pembiayaan tumbuh 14,32% secara tahunan (YoY) menjadi Rp323 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas.

Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10% (YoY). Perseroan juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan, pelatihan, pembiayaan, hingga business matching dan layanan BSI UMKM Center.

Pertumbuhan pembiayaan turut diperkuat oleh strategi diferensiasi melalui bisnis bullion bank.

Baca Juga:  Suara Diduga Wali Kota Sabang Larang Pembangunan Indomaret

Sejak memperoleh izin sebagai bullion bank, bisnis emas BSI berkembang pesat dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja.

Hingga Februari 2026, kelolaan emas BSI mencapai sekitar 22,5 ton, dengan basis nasabah yang terus meningkat hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Dari sisi profitabilitas, BSI membukukan laba sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sekitar 17% (YoY).

Pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga meningkat signifikan menjadi Rp1,47 triliun atau tumbuh 30% (YoY).

Lonjakan tertinggi berasal dari layanan bank emas yang naik 136,55% menjadi Rp463 miliar, disusul kontribusi dari bisnis treasury dan layanan digital.

Transformasi digital BSI turut menunjukkan hasil positif. Hingga Februari 2026, pengguna Superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan total transaksi sebesar 125,4 juta transaksi, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital oleh nasabah.

Dari sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% (YoY) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% (YoY) menjadi Rp154 triliun, yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.

Likuiditas Perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20%. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan meningkat dengan fee based ratio mencapai 24,59% secara tahunan.

Baca Juga:  Dari Sarapan di Pendopo ke Peluang Kerja Sama, Illiza Buka Pintu Banda Aceh untuk Oita Jepang

Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam memperkuat struktur pendapatan yang lebih seimbang antara margin dan fee based income, sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan.

Perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang sehat sepanjang 2026 melalui penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas.

Dukung Program Pemerintah

Selain penguatan bisnis, BSI juga aktif mendukung berbagai program pemerintah. Dalam program MBG, BSI menyediakan 1.520 virtual account bagi mitra BGN serta menyalurkan pembiayaan pembangunan dapur SPPG sebesar Rp194,50 miliar untuk 145 dapur.

BSI juga mendukung rencana pembentukan sekitar 80.000 koperasi desa merah putih (KDMP). Hingga Februari 2026, penyaluran KUR Syariah mencapai Rp1,65 triliun.

Selain itu, dalam Program 3 Juta Rumah (FLPP), BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp94,82 miliar untuk 582 unit rumah, serta penyaluran KPP mencapai Rp259 miliar.

Dengan capaian tersebut, BSI menunjukkan peran strategisnya sebagai motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait