Pendidikan

Prof Syamsul Rijal Soroti Krisis Peran Intelektual Alumni HMI

Kutacane, Infoaceh.net — Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal MAg menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai keislaman guna memperkuat kembali peran intelektual alumni, khususnya dalam menghadapi dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut ddisampaikan Prof Syamsul saat menjadi pembicara kunci dalam agenda halal bihalal dan pelantikan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Tenggara di Kutacane, Kamis (26/3/2026).

Dalam pemaparannya, Syamsul mengungkap sejumlah fenomena yang dinilai mengkhawatirkan di kalangan alumni.

Ia menyoroti adanya degradasi moral, melemahnya idealisme pascakampus, serta kesenjangan antara kapasitas intelektual dengan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh menguatnya pragmatisme politik dan ekonomi, meredupnya ukhuwah, serta semakin tumpulnya implementasi nilai dasar HMI—taqwa, ilmu, dan amal—dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  UIN Ar-Raniry Dapat Izin Buka Fakultas Kedokteran, Segera Terima Mahasiswa

“Revitalisasi bukan berarti mengubah nilai, melainkan menghidupkan kembali esensi ajaran Islam sebagai fondasi gerakan,” ujar Syamsul.

Ia menekankan bahwa alumni tidak boleh terjebak semata sebagai teknokrat yang hanya melayani kekuasaan. Lebih dari itu, alumni HMI harus mampu membaca realitas sosial secara kritis sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi persoalan umat dan bangsa.

Syamsul juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara nilai dan rasionalitas. Ia menyebut integritas, solidaritas, dan konsistensi harus berjalan beriringan dengan kompetensi, kolaborasi, serta kemampuan advokasi.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong penguatan kembali forum diskusi keislaman, pembentukan lembaga kajian berbasis alumni, serta pengembangan pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi dan usaha berbasis syariah.

Selain itu, ia menilai gerakan moral dan literasi menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan hoaks, radikalisme, dan praktik korupsi, dengan pendekatan intelektual yang inklusif dan menyejukkan.

Baca Juga:  MTsN 1 Banda Aceh Juara Umum FLASH SMA MOSA 2026, Borong Belasan Gelar di Berbagai Cabang

Di tengah situasi polarisasi politik, disrupsi teknologi, dan kesenjangan sosial yang kian melebar, Syamsul mengingatkan agar alumni HMI tampil sebagai kekuatan pemersatu sekaligus agen keadilan.

Ia menutup dengan ajakan untuk kembali pada khittah perjuangan, menjadikan nilai Islam sebagai kompas moral, tetap adaptif terhadap perubahan zaman, serta memastikan kehadiran alumni HMI benar-benar menjadi bagian dari solusi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry, unsur Forkopimda, mantan Bupati Aceh Tenggara periode 1991–2001 Syahbuddin BP, Anggota DPRA Yahdi Hasan, serta Rektor Universitas Gunung Leuser Indra Utama bersama sejumlah tokoh masyarakat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait