Aceh

Hujan Es Sebesar Kelereng Landa Aceh Tengah, Kebun Kopi Warga Rusak

ACEH TENGAH, Infoaceh.net — Fenomena cuaca ekstrem kembali melanda wilayah dataran tinggi Aceh Tengah. Hujan es disertai angin kencang dilaporkan mengguyur sejumlah kampung pada Sabtu (4/4/2026) sore, menyebabkan kerusakan serius terutama pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Sejumlah kampung terdampak tersebar di beberapa kecamatan, dengan kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kampung Bukit Sari, Kecamatan Jagong Jeget, serta Kampung Merah Muyang di Kecamatan Atu Lintang.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Camat Atu Lintang, Malikussaleh, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut hujan es melanda beberapa kampung sekaligus dalam waktu singkat.

“Benar, sore ini hujan es turun. Berdasarkan laporan dari reje kampung, hujan es melanda Kampung Gayo Murni, Merah Muyang, Damar Mulyo, Kepala Akal, dan Kampung Atu Lintang,” ujarnya, Ahad (5/4).

Menurutnya, hujan es tidak hanya turun dengan intensitas tinggi, tetapi juga disertai angin kencang yang memperparah dampak kerusakan.

Baca Juga:  Setelah Dicopot, Mualem Kembali Tunjuk T. Aznal Zahri sebagai Kadis Pertanahan Aceh

Tanaman pertanian, khususnya kopi dan hortikultura, menjadi sektor paling terdampak.

“Selain tanaman, ada juga laporan rumah warga yang mengalami kerusakan, namun data detailnya masih dalam proses pendataan,” tambahnya.

Pihak kecamatan, kata Malikussaleh, akan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Sementara warga Kampung Merah Muyang, Didi Tata, mengungkapkan bahwa hujan es yang turun memiliki ukuran tidak biasa.

“Yang paling parah di kampung kami dan Bukit Sari. Butiran esnya besar-besar, bahkan ada yang seukuran kelereng,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, kondisi cuaca terlihat tidak normal. Langit mendung pekat, disertai kilatan petir dan tiupan angin kencang, sebelum akhirnya hujan es turun sekitar pukul 17.00 WIB.

Dampak terbesar dirasakan oleh petani kopi. Didi menyebut, hujan es menyebabkan kerusakan serius pada tanaman, mulai dari daun, bunga, hingga buah kopi yang masih muda.

Baca Juga:  Kesaksian Korban terhadap Penanganan Bencana Aceh: 3 Hari Terjebak di Atap, 10 Bulan Ditelantarkan Pemerintah

“Bunga yang hampir mekar rontok, begitu juga buah-buah kecil hasil pembungaan sebelumnya. Banyak yang jatuh akibat hantaman es,” katanya.

Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi petani, mengingat sebagian besar warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup pada hasil pertanian, khususnya kopi.

“Hujan es ini seperti momok bagi kami. Bukan hanya kopi, tanaman palawija juga bisa rusak. Kalau tanaman stres, hasil panen pasti menurun,” ujarnya.

Warga pun berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan solusi, mengingat potensi kerugian ekonomi yang cukup besar akibat kejadian ini.

“Semoga ke depan tidak terulang lagi, supaya hasil pertanian kami tetap terjaga, baik kualitas maupun jumlahnya,” tutup Didi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait