Politik

Polemik JKA Disebut Sengaja Digiring untuk Pengalihan Isu Kegagalan Mualem

Banda Aceh, Infoaceh.net — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Banda Aceh Abdul Rafur menilai polemik soal Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh sengaja digiring untuk mengalihkan perhatian publik atas kegagalan Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh.

“Saya menilai ini sengaja disetting agar masyarakat terfokus pada isu JKA sehingga tetutup isu lain dari kegagalan Gubernur Mualem dalam memimpin Aceh,” kata Abdul Rafur, Rabu (6/5).

Rafur yang juga politisi Partai Nasdem meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan saling menyalahkan, khususnya dengan menyerang Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun.

Baca Juga:  Momentum Maulid, Ketua DPRK Serukan Konsolidasi Umat Halau Penyakit Sosial di Banda Aceh

Menurutnya, tidak logis jika Sekda mengambil keputusan strategis terkait anggaran tanpa persetujuan gubernur sebagai pimpinan.

“Tidak mungkin Sekda berani mengotak-atik anggaran tanpa persetujuan atasan. Dalam hal ini tentu saja gubernur. Sekda itu bekerja di bawah pimpinan, jadi jangan sampai masyarakat salah sasaran,” tegasnya.

Rafur menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu, ia mengimbau agar publik tidak mudah diadu domba oleh isu-isu yang belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Masyarakat jangan mau diadu domba. Jangan hanya menyerang satu pihak tanpa melihat persoalan secara utuh,” katanya.

Baca Juga:  Mardiono Lantik Pengurus PPP Aceh 2026–2031, Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Rafur juga menegaskan, polemik JKA harus dilihat secara objektif dan transparan. Pemerintah, kata dia, perlu memberikan penjelasan yang jernih agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

Menurut Rafur, jika memang terjadi perubahan atau penyesuaian anggaran, maka hal tersebut harus disampaikan secara terbuka, termasuk alasan dan dasar kebijakan yang diambil.

“Kalau ada kebijakan pemotongan atau perubahan anggaran, jelaskan ke publik. Jangan sampai muncul kesan seolah-olah ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait