Pendidikan

PNRI dan UIN Ar-Raniry Restorasi 130 Naskah Kuno Aceh Terdampak Banjir

Banda Aceh, Infoaceh.net — Sebanyak 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir akhir November 2025 direstorasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan didukung Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh.

Kegiatan preservasi dan restorasi manuskrip tersebut berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 19 – 23 Mei 2026 dengan melibatkan lima konservator dari PNRI Jakarta.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg meninjau langsung proses restorasi manuskrip kuno yang dilakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir, Kamis (21/5).

Dalam kunjungan itu, rektor Prof Dr Mujiburrahman berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat manuskrip Aceh memiliki nilai sejarah dan peradaban yang tinggi.

Baca Juga:  Syarifuddin Kembali Dipercaya Pimpin Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry

Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh melalui kerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Selain restorasi dan preservasi, pihak kampus juga menargetkan pembangunan basis data manuskrip Aceh sebagai pusat kajian naskah kuno Aceh dan Nusantara.

“Kampus siap membangun database naskah kuno sebagai pusat kajian manuskrip Aceh dan Nusantara,” ujarnya.

Ketua Tim Konservasi Perpustakaan Nasional RI Imam Supangat mengatakan proses konservasi dimulai dari identifikasi tingkat kerusakan manuskrip.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Lantik Tiga Wakil Rektor, 9 Dekan dan Direktur Pascasarjana

Menurut dia, manuskrip kemudian dipilah berdasarkan metode perbaikan sebelum dilakukan pendataan dan treatment konservasi.

Ia menyebutkan sebagian manuskrip mengalami kerusakan akibat tingkat kelembapan tinggi yang memicu jamur dan membuat lembaran naskah saling menempel.

“Manuskrip terlebih dahulu dikeringkan melalui ruang pengeringan atau chamber,” kata Imam.

Selain itu, bagian manuskrip yang berlubang akan ditambal, sedangkan naskah yang mengandung kadar asam tinggi akan dinetralkan. Lembaran manuskrip yang terlepas juga dijahit kembali sebelum dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan.

Setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait