Ekonomi

Aceh Kalah dari Jawa Barat, Hanya Juara II Pariwisata Ramah Muslim Indonesia

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Provinsi Aceh hanya meraih Juara II Kategori Pariwisata Ramah Muslim Indonesia pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026, berada tepat di bawah Provinsi Jawa Barat yang keluar sebagai juara pertama.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu dari sembilan penghargaan yang berhasil dibawa pulang Pemerintah Aceh dalam ajang bergengsi yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Penghargaan diterima oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Aceh sebagai salah satu destinasi wisata halal unggulan di Indonesia yang terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis nilai-nilai syariat Islam, budaya, dan kearifan lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan nasional atas konsistensi Pemerintah Aceh dalam membangun ekosistem pariwisata yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Menurutnya, konsep Pariwisata Ramah Muslim yang diterapkan Aceh tidak hanya menitikberatkan pada penyediaan fasilitas ibadah, makanan halal, dan layanan yang sesuai syariat, tetapi juga pada pengembangan destinasi yang nyaman, aman, bersih, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Aceh. Kami terus memperkuat kualitas destinasi, layanan, serta pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pariwisata ramah muslim. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing pariwisata Aceh di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dedy, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga:  Setoran Awal Rp1.000 Sudah Bisa Punya Rekening BSI, Bebas Biaya Administrasi Bulanan

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, akademisi, dan masyarakat yang selama ini bersama-sama menjaga citra Aceh sebagai destinasi wisata berbasis budaya Islam.

Menurut Dedy, penghargaan itu juga menjadi pemacu semangat bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk terus menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, promosi yang lebih agresif, hingga pembenahan amenitas dan aksesibilitas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.

“Sembilan penghargaan yang kita bawa pulang malam ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Aceh. Ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan sebuah amanah besar untuk terus menghadirkan inovasi ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” ujarnya.

Selain meraih Juara II Pariwisata Ramah Muslim, Aceh juga berhasil memperoleh delapan penghargaan lainnya pada Anugerah Adinata Syariah 2026, yaitu Juara I Kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah, Juara II Kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Juara II Kategori Inkubasi Bisnis Usaha Syariah.

Baca Juga:  Satu Dekade Konversi ke Syariah, Aset Bank Aceh Melesat

Juara III Kategori Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Juara III Kategori Rencana Aksi Daerah, Juara IV Kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara IV Kategori Ekonomi Pesantren, serta Juara V Kategori Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS).

Raihan sembilan penghargaan tersebut menempatkan Aceh sebagai salah satu provinsi dengan kinerja terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Prestasi di sektor Pariwisata Ramah Muslim juga menjadi modal penting bagi Aceh untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional.

Dengan kekayaan alam, budaya, sejarah, serta penerapan syariat Islam yang menjadi karakter daerah, Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Aceh optimistis penghargaan tersebut akan menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata halal yang berkelanjutan, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat pariwisata ramah muslim terbaik di Indonesia.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait