Banda Aceh, Infoaceh.net – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh masa bakti 2025–2030 di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi politik Partai Golkar di Aceh sekaligus penegasan arah perjuangan partai menghadapi agenda politik nasional dan daerah dalam lima tahun ke depan.
M Salim Fakhry resmi dipercaya memimpin DPD I Partai Golkar Aceh sebagai ketua. Ia didampingi Khalid sebagai Ketua Harian, Sabri Badruddin sebagai Sekretaris dan Muhammad Rizky sebagai Bendahara.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal berbagai kepentingan strategis Aceh di tingkat nasional.
Bahlil menyebut sedikitnya ada tiga agenda besar yang menjadi perhatian Golkar, yakni revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2026 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), serta pengembangan hilirisasi migas dari Blok Andaman.
Menurutnya, Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat daerah.
“Kami akan mengawal perjuangan Aceh, baik terkait revisi UUPA, keberlanjutan Dana Otsus, maupun hilirisasi gas dari Blok Andaman agar memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bahlil.
Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia juga menegaskan pentingnya pengolahan gas di dalam negeri agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati di luar daerah, tetapi mampu mendorong pertumbuhan industri dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh.
Ia juga mengingatkan seluruh kader Golkar untuk menjaga soliditas organisasi, menghindari konflik internal, serta terus membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat.
“Jangan habiskan energi untuk bertengkar di internal. Energi kader harus digunakan untuk membangun rakyat dan membesarkan Partai Golkar,” pesannya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPP Partai Golkar, kepala daerah, anggota legislatif, tokoh masyarakat, serta ratusan kader Golkar dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD I Partai Golkar Aceh yang membahas program kerja lima tahun ke depan.
Selain itu, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRA dan DPRK se-Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) guna memperkuat kapasitas legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Rangkaian kegiatan DPD I Partai Golkar Aceh berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan mesin partai menghadapi dinamika politik mendatang.
Ketua DPD Partai Golkar Aceh Salim Fakhry menegaskan kepengurusan yang baru dibentuk mengedepankan regenerasi dengan memberikan ruang yang luas kepada kader muda.
Menurutnya, sekitar 70 persen komposisi kepengurusan diisi generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus menjawab tantangan politik ke depan.
“Kami ingin menghadirkan Golkar yang lebih segar, lebih dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab harapan generasi muda Aceh,” ujarnya.
Ia optimistis Golkar Aceh mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu mendatang, baik di DPRK, DPRA maupun DPR RI. Untuk mencapai target tersebut, seluruh pengurus diminta segera bekerja hingga ke tingkat desa dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.


















