Pendidikan

Illiza Ingatkan Kepala Sekolah: Jangan Sibuk Administrasi, Fokus Bangun Mutu Pendidikan

Banda Aceh. Infoaceh.net – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali melakukan rotasi dan penyegaran di lingkungan pendidikan dengan melantik 24 pejabat, terdiri atas 22 kepala sekolah dan dua pengawas sekolah, di Aula Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Senin (20/7/2026).

Pergantian pejabat tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, tetapi juga untuk memperkuat kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural yang mengurus administrasi. Seorang kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang menggerakkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga peserta didik.

“Pergantian jabatan bukan sekadar berganti nama dalam surat keputusan. Di balik amanah itu ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang bermutu,” kata Illiza.

Menurutnya, setiap jenjang pendidikan memiliki tantangan yang berbeda. Kepala taman kanak-kanak berperan membangun karakter dan rasa percaya diri anak sejak dini, kepala sekolah dasar bertugas memperkuat kebiasaan belajar dan pembentukan karakter, sedangkan kepala SMP menghadapi dinamika remaja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan media digital.

Baca Juga:  OJK Catat 7.454 Laporan Scam di Aceh, Penipuan Belanja Online Paling Banyak

Karena itu, para kepala sekolah diminta terus meningkatkan kompetensi serta mampu memahami karakter Generasi Alpha yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Adaptasi terhadap metode pembelajaran modern, katanya, harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai akhlak, disiplin, dan karakter peserta didik.

Illiza juga mengingatkan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pihak sekolah. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan tenaga pendidik agar setiap persoalan yang dihadapi peserta didik, seperti menurunnya motivasi belajar, perundungan, hingga masalah sosial lainnya, dapat ditangani secara bersama.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Ketika keluarga, pemerintah, dan masyarakat saling mendukung, kita akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Selain melantik kepala sekolah, Illiza juga berpesan kepada dua pengawas sekolah yang baru dilantik agar menjalankan fungsi pembinaan secara maksimal. Pengawas diharapkan tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga menjadi mitra yang aktif mendampingi sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

Baca Juga:  Mahasiswa MHU UIN Ar-Raniry Diajak Garap Peluang Bisnis Haji dan Umrah

Ia menambahkan, penugasan kepala sekolah saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 yang menegaskan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, bukan sekadar pengelola administrasi.

Salah seorang pejabat yang dilantik, Muklis, mengaku siap mengemban amanah sebagai Kepala SD Negeri 45 Banda Aceh setelah sebelumnya memimpin SD Negeri 10 Banda Aceh.

Ia menyatakan akan memprioritaskan peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.

Prosesi pelantikan ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen seluruh pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Banda Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait