Pendidikan

dr Hendra Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Dekan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry

Banda Aceh, Infoaceh.net — Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg secara resmi mengukuhkan dr Hendra Kurniawan MSc SpP(K) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Penunjukan dr Hendra Kurniawan yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh ini menjadi bagian penting dari langkah UIN Ar-Raniry setelah perguruan tinggi tersebut resmi memperoleh izin penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Rektor Mujiburrahman saat melantik 67 perangkat rektor, termasuk Hendra Kurniawan sebagai Pelaksana Tugas Dekan Kedokteran pada Jum’at (11/9) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam.

Penetapan Hendra menjadi Plt Dekan berlangsung pada momentum penting bagi pengembangan UIN Ar-Raniry. Sebab, Fakultas Kedokteran merupakan salah satu fakultas baru yang diproyeksikan memperluas kontribusi UIN Ar-Raniry di bidang kesehatan sekaligus memperkuat integrasi antara ilmu kedokteran dan nilai-nilai keislaman.

Sebelumnya, UIN Ar-Raniry telah memperoleh izin pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi.

Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 962/B/O/2026. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 31 Agustus 2026 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, atas nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan terbitnya keputusan tersebut, UIN Ar-Raniry memperoleh kewenangan menyelenggarakan dua jenjang pendidikan kedokteran, yakni Program Studi Kedokteran Program Sarjana serta Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi. Kedua program tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman mengatakan pembukaan pendidikan kedokteran merupakan hasil proses panjang yang telah dipersiapkan sejak 2024.

Menurutnya, terbitnya izin tersebut menjadi babak baru bagi UIN Ar-Raniry dalam mengembangkan pendidikan kedokteran di Aceh.

Proses tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta tim persiapan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry.

Sebelum dipercaya sebagai Plt Dekan, dr. Hendra Kurniawan telah terlibat dalam proses persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry.

Baca Juga:  Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Dicopot Pasca Demo dan Mogok Belajar Siswa Akibat Tebang Pohon

Dalam proses tersebut, Hendra tercatat sebagai bagian dari tim yang ikut mempersiapkan sejumlah aspek penting dalam pembukaan pendidikan kedokteran, termasuk pengembangan rumah sakit pendidikan.

Pada Mei 2026, Hendra Kurniawan disebut sebagai anggota Tim Persiapan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry dalam pembahasan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie terkait pemanfaatan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli sebagai rumah sakit pendidikan.

Kerja sama dengan rumah sakit pendidikan menjadi komponen penting karena pendidikan dokter tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga membutuhkan fasilitas pendidikan klinik dan rumah sakit yang memenuhi ketentuan.

Dalam skema yang disiapkan UIN Ar-Raniry, pendidikan akademik dilaksanakan di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sementara pendidikan profesi dan praktik klinik atau koas diarahkan menggunakan rumah sakit pendidikan yang telah bekerja sama.

Penunjukan Hendra Kurniawan sebagai Plt Dekan sekaligus menempatkannya pada posisi strategis dalam fase awal perjalanan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry.

Fakultas baru tersebut tidak hanya dituntut mampu menjalankan proses perkuliahan, tetapi juga membangun tata kelola akademik, memastikan mutu pendidikan, memperkuat tenaga pengajar, mengembangkan jejaring rumah sakit pendidikan, serta mempersiapkan mahasiswa menuju pendidikan profesi dokter.

Tantangan tersebut menjadi semakin besar karena UIN Ar-Raniry telah mulai menerima mahasiswa baru untuk Program Studi Kedokteran pada September 2026.
Berdasarkan informasi, penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran UIN Ar-Raniry berlangsung pada 3–10 September 2026.

Seleksi dijadwalkan berlangsung 12–14 September melalui Computer Based Test (CBT) dan tes buta warna, dengan pengumuman hasil pada 15 September 2026.

Artinya, kepemimpinan awal Fakultas Kedokteran harus berjalan beriringan dengan proses penerimaan mahasiswa dan dimulainya kegiatan akademik.

UIN Ar-Raniry juga telah menetapkan arah pengembangan yang menjadi salah satu keunggulan Program Studi Kedokteran, yakni bidang penyakit infeksi.

Rektor UIN Ar-Raniry mengatakan keunggulan tersebut diarahkan pada aspek promotif dan preventif penyakit infeksi, terutama yang berkaitan dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga:  Dekan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2026

Pendekatan tersebut diharapkan menjadi ciri khas pendidikan kedokteran UIN Ar-Raniry sekaligus menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Aceh.

Konsep pendidikan yang dikembangkan juga diarahkan untuk melahirkan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman serta kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.

Dalam penerimaan mahasiswa perdana, UIN Ar-Raniry menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Studi Kedokteran sebesar Rp37.511.000 per semester.

Selain UKT, terdapat Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp150 juta yang dapat dibayarkan secara cicilan sebanyak tiga kali.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembiayaan pendidikan kedokteran yang membutuhkan dukungan fasilitas akademik, laboratorium, tenaga pengajar, serta sarana pendidikan klinik.

Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadi tonggak baru dalam perjalanan UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Aceh.

Dengan ditunjuknya dr. Hendra Kurniawan MSc SpP(K) sebagai Plt Dekan, perhatian kini tertuju pada bagaimana fakultas tersebut membangun fondasi akademiknya sejak awal.

Tantangan utamanya bukan sekadar membuka program studi dan menerima mahasiswa, tetapi memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki standar kompetensi dokter yang kuat, integritas profesional, kemampuan klinis, sekaligus karakter keislaman.

Di sisi lain, kerja sama dengan rumah sakit pendidikan, penguatan sumber daya manusia, pengembangan laboratorium dan fasilitas klinik, serta sistem penjaminan mutu akan menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry ke depan.

Penunjukan Hendra Kurniawan karena itu bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan struktural. Posisi tersebut menjadi bagian dari fase awal membangun fakultas yang baru lahir dan akan menjadi salah satu wajah baru UIN Ar-Raniry dalam pengembangan pendidikan tinggi kesehatan di Aceh.

Dengan dimulainya penerimaan mahasiswa kedokteran pada September 2026, Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry kini memasuki fase paling menentukan: membuktikan bahwa izin dan pembukaan program studi dapat diterjemahkan menjadi pendidikan kedokteran yang berkualitas, berintegritas dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait