LHOKSEUMAWE, Infoaceh.net — Guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menggelar perhelatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Fest 2026 di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe.
Mengusung tema “Bersama PLN Membangun UMKM Berdaya dan Naik Kelas”, acara ini menjadi etalase promosi, ruang kolaborasi, dan wujud komitmen nyata bagi kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PLN.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum (KKU) PLN UID Aceh, Sigit Fanani, menyampaikan bahwa fokus utama perusahaan saat ini tidak hanya pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi masyarakat.
“Program TJSL bukan sekadar wujud kewajiban korporasi, melainkan sebuah komitmen nyata PLN untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin menegaskan bahwa transformasi energi yang kami jalankan harus selalu berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Harapan kami, TJSL Fest ini mampu mendorong UMKM kita semakin inovatif, memperluas akses pasar, hingga berdaya saing global atau naik kelas,” tegas Sigit Fanani, Jum’at (18/9).
Langkah strategis PLN ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. Plt. Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam mendongkrak kemandirian ekonomi pelaku usaha di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan kepedulian PLN UID Aceh. Sinergi yang kuat antara PLN dan pemerintah kota ini adalah kunci utama agar UMKM Lhokseumawe terus bertumbuh, semakin inovatif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Mirdha Ihsan.
Dampak positif dari ruang kolaborasi ini langsung dirasakan oleh para pelaku usaha yang berpartisipasi. Rina Khairuna, pemilik usaha kuliner lokal Na Basreng yang menjajakan produk Basreng Basah & Kering di ajang tersebut, membagikan antusiasmenya.
“Sangat bersyukur bisa difasilitasi langsung oleh PLN dalam TJSL Fest ini. Kami difasilitasi lapak jualan sehingga bisa bertemu pembeli, tapi juga terus dibina agar produk kami naik kelas. Harapannya omzet kami bisa terus meningkat dan produk Na Basreng semakin dikenal,” tuturnya.
Melalui sinergi berkesinambungan bersama seluruh stakeholders, PLN berharap program pemberdayaan ini dapat terus berjalan sehingga UMKM Aceh mampu menjadi tulang punggung perekonomian yang kuat, mandiri, dan tangguh.

















