Pendidikan

Direktur KSKK Madrasah Apresiasi Inovasi dan Layanan Inklusif MTsN 1 Banda Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net — Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI Prof Dr Hj Nyayu Khodijah SAg MSi mengapresiasi pengembangan mutu, inovasi dan layanan pendidikan inklusif di MTsN 1 Model Banda Aceh.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Nyayu melakukan kunjungan ke MTsN 1 Model Banda Aceh, Selasa (6/10/2026) untuk melihat langsung perkembangan pengelolaan, inovasi serta pengembangan potensi peserta didik.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Ia didampingi Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh Khairul Azhar SAg MSi. Kedatangan rombongan disambut Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh Dr Hj Ummiyani SAg MPd CPLA bersama Kepala TU Muzakir SSos.I MSi, para wakil kepala, guru dan tenaga kependidikan.

Baca Juga:  MTsN 1 Banda Aceh Juara Umum Aceh Science Olympiad 2026

Nyayu menekankan agar penguatan madrasah tidak berhenti pada program, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa

“Madrasah harus terus melakukan penguatan mutu, baik dari sisi kurikulum, sarana dan prasarana, kelembagaan maupun pengembangan potensi peserta didik. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa,” ujar Nyayu.

Dalam kunjungan yang sama, Nyayu juga meninjau Unit Layanan Disabilitas (ULD) MTsN 1 Model Banda Aceh.

Ia melihat langsung layanan pendampingan, konseling serta berbagai upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif.

Baca Juga:  USK dan UIN Ar-Raniry Perkuat Kembali Kerja Sama Majukan Pendidikan Aceh, Dua Rektor Teken MoU

“Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan MTsN 1 Model Banda Aceh melalui Unit Layanan Disabilitas. Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi bagaimana madrasah mampu memberikan layanan yang tepat, pendampingan yang baik, serta menciptakan lingkungan yang membuat semua anak merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh Dr Hj Ummiyani mengatakan, penguatan layanan inklusif menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan ruang yang aman, nyaman dan setara untuk berkembang.

“Pendidikan inklusif bagi kami bukan sekadar program, tetapi merupakan bagian dari budaya madrasah,” ujarnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait