Olahraga

Persiraja, Panpel dan Pemain Didenda Komdis PSSI Rp100 Juta

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Persiraja Banda Aceh kembali mendapat sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah sejumlah pelanggaran terjadi dalam pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027 melawan Sumsel United di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, pada 2 Oktober 2026.

Dalam hasil sidang Komdis PSSI tanggal 7 Oktober 2026, Persiraja dijatuhi tiga sanksi dengan total denda Rp75 juta. Sementara itu, panitia pelaksana pertandingan juga dikenai denda Rp20 juta karena tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dengan demikian, total sanksi finansial yang dijatuhkan kepada klub dan panitia pelaksana Persiraja mencapai Rp95 juta, di luar hukuman tambahan terhadap pemain.

Pemain Persiraja, Faris Adit Saputra, juga mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp5 juta setelah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran serius berupa menginjak pemain lawan.

Keputusan tersebut menjadi perhatian bagi manajemen klub, panitia pelaksana, dan suporter untuk memperbaiki disiplin serta penyelenggaraan pertandingan agar pelanggaran serupa tidak terus berulang.

Tiga pelanggaran suporter berujung denda

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang diumumkan pada 7 Oktober 2026, terdapat tiga pelanggaran yang menjadi dasar penjatuhan sanksi kepada klub Persiraja Banda Aceh dalam pertandingan melawan Sumsel United.

Pertama, terdapat suporter Persiraja yang meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan di seluruh tribun. Atas pelanggaran tersebut, Persiraja dijatuhi denda Rp15 juta.

Kedua, terjadi pembakaran satu buah spanduk oleh suporter Persiraja di Tribun Utara. Pelanggaran ini berujung pada denda Rp30 juta.

Ketiga, setelah pertandingan berakhir, lima orang suporter Persiraja dilaporkan memasuki area lapangan dari Tribun Utara. Atas kejadian tersebut, klub kembali dikenai denda Rp30 juta.

Baca Juga:  Persiraja Pecat Jaya Hartono dan Seluruh Jajaran Pelatih Usai Tiga Kekalahan Beruntun

Jika diakumulasikan, tiga pelanggaran yang dilakukan suporter tersebut mengakibatkan Persiraja harus membayar denda Rp75 juta.

Besarnya denda ini menjadi peringatan bahwa perilaku suporter di dalam stadion tidak hanya berdampak pada keamanan dan kenyamanan pertandingan, tetapi juga dapat membebani keuangan klub.

Panpel ikut dijatuhi sanksi

Selain sanksi terhadap klub dan pemain, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda Rp20 juta kepada panitia pelaksana pertandingan Persiraja.

Pelanggaran yang menjadi dasar hukuman tersebut adalah tidak tersedianya pengawalan bagi perangkat pertandingan saat kembali dari stadion menuju hotel.

Aspek pengamanan perangkat pertandingan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan kompetisi profesional. Kegagalan memenuhi tanggung jawab tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan wasit dan ofisial pertandingan.

Karena itu, panitia pelaksana perlu mengevaluasi prosedur pengamanan sebelum, selama, dan setelah pertandingan, termasuk koordinasi dengan petugas keamanan serta pihak terkait.

Di sisi lapangan, Faris Adit Saputra harus menerima konsekuensi disiplin setelah mendapat kartu merah langsung dalam laga Persiraja melawan Sumsel United pada 2 Oktober 2026.

Komdis PSSI memutuskan memberikan tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda Rp5 juta karena pemain tersebut melakukan pelanggaran serius berupa menginjak pemain lawan.

Hukuman tambahan ini berbeda dari konsekuensi kartu merah langsung yang diterima saat pertandingan. Dampaknya, Persiraja harus mengatur kembali komposisi pemain untuk pertandingan yang tidak dapat diikuti Faris selama masa hukuman.

Sebelumnya, pada 9 Oktober 2026, laman resmi Persiraja juga mengonfirmasi bahwa Faris tidak dapat dimainkan saat menghadapi PSIS Semarang karena menjalani larangan bermain setelah kartu merah dalam pertandingan melawan Sumsel United.

Baca Juga:  Misi Persiraja Akhiri Tren Negatif Saat Hadapi Persikad Depok

Selain Faris, Azyah Madilessa juga absen dalam laga tersebut karena klausul peminjaman dari PSIS Semarang.

Sanksi terbaru ini menambah catatan hukuman disiplin yang pernah diterima Persiraja dalam kompetisi sepak bola nasional.

Pada April 2026, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi larangan menggelar satu pertandingan kandang dengan penonton serta denda Rp30 juta kepada Persiraja. Hukuman itu berkaitan dengan insiden pascapertandingan melawan Garudayaksa FC pada 19 April 2026, ketika sejumlah suporter dilaporkan menyerang dan memukul perangkat pertandingan.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, membenarkan bahwa manajemen telah menerima surat keputusan Komdis PSSI.

Rentetan kasus tersebut memperlihatkan bahwa persoalan disiplin suporter dan keamanan pertandingan merupakan tantangan yang perlu ditangani secara serius oleh klub dan penyelenggara.

Sanksi terhadap Persiraja bukan hanya persoalan nominal denda, tetapi juga menyangkut tata kelola pertandingan, keselamatan perangkat pertandingan, serta citra klub di mata publik.

Manajemen klub perlu memperkuat komunikasi dengan kelompok suporter, memastikan aturan stadion dipahami, dan mencegah tindakan provokatif, pembakaran benda, maupun masuknya penonton ke area lapangan.

Panitia pelaksana juga perlu mengevaluasi sistem pengamanan, terutama pengawalan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.

Di sisi lain, suporter tetap memiliki peran penting dalam mendukung tim. Dukungan yang tertib dan sportif akan membantu menjaga atmosfer pertandingan sekaligus menghindarkan klub dari kerugian finansial akibat pelanggaran.

Persiraja membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat Aceh. Namun, dukungan tersebut perlu berjalan seiring dengan disiplin dan tanggung jawab agar pertandingan sepak bola tetap aman, nyaman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait