Aceh

Putra Lamlo-Pidie Pimpin Kodam Iskandar Muda, Brigjen Mahesa Fitriadi Emban Amanah Besar

Banda Aceh, Infoaceh.net – Putra daerah Aceh, Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, resmi mengemban amanah sebagai Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM).

Perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran Kota Bakti, Lamlo, Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, itu dipercaya memimpin satuan komando kewilayahan yang memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga pertahanan dan stabilitas keamanan di Provinsi Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Mahesa Fitriadi resmi menjabat Pangdam Iskandar Muda setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula AH Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jum’at (16/10/2026).

Dalam pergantian kepemimpinan tersebut, Mahesa menggantikan Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Sahli Tingkat III Manajemen Bidang Sistem Pertahanan Negara (Sishanneg) KSAD.

Pengangkatan Mahesa menjadi Pangdam IM menjadi perhatian masyarakat Aceh, mengingat perwira tinggi tersebut merupakan putra daerah yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai penugasan militer, termasuk di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya sekaligus menempatkan seorang putra kelahiran Kabupaten Pidie pada posisi penting dalam struktur komando TNI AD di tanah kelahirannya sendiri.

Putra Pidie dengan Pengalaman Panjang di Dunia Militer

Brigjen TNI Mahesa Fitriadi lahir di Lamlo, Kota Bakti, Kabupaten Pidie, pada 28 Oktober 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995 dari kecabangan Infanteri.

Perjalanan karier Mahesa menunjukkan pengalaman di sejumlah bidang penting dalam organisasi militer, mulai dari intelijen, pembinaan teritorial, hingga penugasan pada unsur staf komando.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum dipercaya memimpin Kodam Iskandar Muda.

Bagi masyarakat Aceh, penunjukan Mahesa memiliki arti tersendiri karena ia kembali dipercaya mengemban tanggung jawab besar di wilayah tempat dirinya berasal dan pernah menjalani sejumlah penugasan.

Pemahaman terhadap karakteristik wilayah, kondisi sosial masyarakat, serta dinamika keamanan daerah menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin komando kewilayahan. Meski demikian, keberhasilan kepemimpinan tetap bergantung pada kemampuan menjalankan tugas secara profesional, membangun koordinasi, serta memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai ketentuan.

Pernah Menjabat Dandim di Aceh Timur dan Banda Aceh

Sebelum dipercaya menjadi Pangdam IM, Mahesa telah menempati sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD.

Di Aceh, ia pernah bertugas sebagai Komandan Detasemen Intelijen (Dandenintel) Kodam Iskandar Muda. Pengalaman di bidang intelijen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan militer.

Mahesa kemudian dipercaya menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur. Dalam jabatan teritorial tersebut, seorang komandan satuan tidak hanya dituntut memahami tugas pertahanan wilayah, tetapi juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat.

Ia selanjutnya pernah menjabat Wakil Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda dan Komandan Kodim 0101/Banda Aceh.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Dandim 0101/Banda Aceh, Mahesa mendapat penugasan sebagai Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda pada 2017.

Baca Juga:  Ribuan Warga Hadiri Pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi di Banda Aceh

Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan bahwa ia memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas kewilayahan di sejumlah daerah Aceh. Pengalaman itu juga menjadi modal untuk memahami pentingnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pelaksanaan pembangunan.

Di luar Aceh, Mahesa pernah menjabat Kepala Staf Korem (Kasrem) 061/Surya Kencana pada 2021–2023.

Kariernya kemudian berlanjut dalam penugasan pada unsur staf intelijen TNI dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Pada 2024, ia dipercaya menjabat Komandan Satuan Intelijen (Dansatintel) BAIS TNI. Selanjutnya, melalui mutasi pada Februari 2026, Mahesa kembali mendapat penugasan di Kodam Iskandar Muda sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam IM.

Jabatan Kapoksahli tersebut diembannya sebelum kemudian dipercaya menjadi Pangdam Iskandar Muda.

Memiliki Latar Belakang Pendidikan Militer dan Akademik

Selain pengalaman penugasan, Mahesa juga memiliki latar belakang pendidikan militer dan akademik.

Ia tercatat pernah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Tiongkok pada 2012 serta pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2019.

Di bidang pendidikan umum, Mahesa menyelesaikan pendidikan sarjana Administrasi Publik pada 2004 dan pendidikan magister Manajemen pada 2022.

Pendidikan dan pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal yang dibawanya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai perwira tinggi TNI AD.

Sebagai Pangdam, Mahesa dituntut mampu mengoordinasikan pelaksanaan tugas satuan di wilayah Aceh, menjaga kesiapan prajurit, serta memastikan pelaksanaan tugas pokok Kodam Iskandar Muda berjalan secara profesional.

Tanggung jawab tersebut juga membutuhkan kemampuan membaca perkembangan situasi, mengambil keputusan secara tepat, dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

KSAD Tekankan Komunikasi, Sinergi dan Kesiapsiagaan

Dalam amanat pada upacara sertijab, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dan berkesinambungan antara TNI AD dengan seluruh pemangku kepentingan.

Pihak-pihak tersebut mencakup pemerintah daerah, insan media dan masyarakat. Komunikasi yang baik dinilai penting agar berbagai program dan kebijakan TNI AD dapat dipahami secara luas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

KSAD juga mengingatkan para pejabat baru agar senantiasa mengikuti perkembangan situasi nasional maupun global. Para pemimpin satuan diminta memperkuat sinergi dengan berbagai instansi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.

Selain itu, kesiapsiagaan satuan perlu terus dijaga untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Profesionalisme, soliditas, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD secara optimal.

Pesan tersebut menjadi salah satu arahan penting bagi Mahesa dalam mengawali kepemimpinannya di Kodam Iskandar Muda. Sebagai Pangdam, ia akan memimpin satuan yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pertahanan wilayah dan pelaksanaan tugas TNI AD di Aceh.

KSAD juga menyampaikan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas. Sementara kepada pejabat baru, penekanan diberikan pada pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan kinerja satuan.

Baca Juga:  Pangdam IM Pimpin Sidang Pantukhir 901 Calon Prajurit Tamtama TNI AD

Tantangan Kepemimpinan Kodam Iskandar Muda

Sebagai Pangdam Iskandar Muda, Mahesa mengemban tanggung jawab strategis dalam menjaga kesiapan pertahanan wilayah serta mendukung stabilitas keamanan di Aceh.

Tugas tersebut membutuhkan koordinasi yang berkesinambungan dengan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat.

Dalam menjalankan tugas kewilayahan, hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat juga menjadi salah satu aspek penting. Komunikasi yang terbuka, sikap profesional, serta penghormatan terhadap ketentuan hukum merupakan unsur yang mendukung kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan negara.

Di sisi lain, perkembangan situasi nasional dan global menuntut organisasi militer untuk terus meningkatkan kemampuan personel, kesiapan satuan, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan tugas.

Karena itu, pengalaman Mahesa di bidang intelijen, teritorial, dan staf komando menjadi bagian dari modal kepemimpinannya. Namun, tantangan ke depan tetap membutuhkan kerja bersama seluruh unsur di lingkungan Kodam Iskandar Muda dan para pemangku kepentingan di Aceh.

Sinergi tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas pertahanan dapat berlangsung sejalan dengan upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan pembangunan daerah.

Penunjukan Brigjen TNI Mahesa Fitriadi sebagai Pangdam Iskandar Muda membawa harapan terhadap penguatan pelaksanaan tugas Kodam IM di Aceh.

Sebagai putra daerah yang lahir di Lamlo, Kota Bakti, Kabupaten Pidie, Mahesa memiliki perjalanan pengabdian yang mencakup sejumlah jabatan di Aceh maupun di luar daerah. Pengalaman itu diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugasnya dalam memimpin satuan dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

Masyarakat tentu berharap kepemimpinan baru ini mampu menjaga profesionalisme prajurit, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta mendorong terwujudnya hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat.

Harapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut keberadaan TNI sebagai bagian dari masyarakat yang bekerja sesuai tugas pokok, kewenangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pergantian Pangdam juga menjadi momentum melanjutkan program yang telah berjalan, mengevaluasi pelaksanaan tugas, dan memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan pengalaman panjang di bidang intelijen, teritorial, dan staf komando, Mahesa kini mengemban amanah besar untuk memimpin Kodam Iskandar Muda.

Bagi putra Pidie tersebut, jabatan Pangdam bukan sekadar pencapaian karier militer, melainkan tanggung jawab strategis yang menuntut integritas, kepemimpinan, profesionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan organisasi dan personel TNI AD untuk menjaga kesinambungan komando serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Kodam Iskandar Muda diharapkan semakin solid, profesional, dan responsif dalam menjalankan tugas pertahanan wilayah, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Provinsi Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait