Banda Aceh, Infoaceh.net – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Provinsi Aceh menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan atau Capacity Building bagi pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan pengurus DPW Partai Gelora se-Aceh.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 November 2026, tersebut dipusatkan di Aula Hotel Diana, Kuta Alam, Banda Aceh. Pelatihan diikuti 109 peserta yang terdiri atas pimpinan dan pengurus sembilan DPD serta jajaran pengurus DPW Partai Gelora Aceh.
Adapun DPD yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya (Abdya).
Tiga daerah terakhir merupakan DPD yang telah memiliki anggota legislatif (aleg), sehingga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi dan pengembangan organisasi Partai Gelora di Aceh.
Ketua Koordinator Bidang Organisasi Partai Gelora, M. Syahfan Badri, mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora akan memprioritaskan pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, bahkan kecamatan melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Menurutnya, penguatan organisasi di tingkat bawah menjadi sangat penting karena wilayah tersebut merupakan basis utama perjuangan dan pertarungan politik.
“DPP Gelora memprioritaskan seluruh kegiatan agar berada di tingkat kabupaten/kota, bahkan kecamatan (DPC). Karena pertarungan sesungguhnya itu berada di sana,” kata M. Syahfan Badri.
Ketua DPW Partai Gelora Aceh, Dicky Saputra menyampaikan kegiatan Capacity Building tersebut memiliki sedikitnya tiga target utama yang ingin dicapai.
Pertama, memperkuat kerja kolektif. Menurut Dicky, organisasi tidak boleh hanya bergantung kepada satu orang.
Karena itu, diperlukan pembangunan tim yang solid, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta pemberian ruang kepada setiap pengurus untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Kedua, membangun komunikasi yang konsisten. Pengurus Partai Gelora diharapkan mampu menyampaikan gagasan dan kerja nyata secara terencana, baik melalui pertemuan langsung maupun pemanfaatan ruang digital.
Komunikasi organisasi tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pola kerja harian, mingguan, dan bulanan agar koordinasi serta penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan efektif.
Ketiga, menghidupkan organisasi di tengah masyarakat. Dicky menegaskan Partai Gelora tidak boleh hanya terlihat aktif ketika menyelenggarakan kegiatan atau acara tertentu.
Sebaliknya, kehadiran partai harus dapat dirasakan masyarakat melalui kepedulian, penyampaian gagasan, pelayanan, serta berbagai upaya mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rangkaian pelatihan tersebut juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan yang efektif, membangun kekompakan tim, serta mengembangkan pola kerja organisasi yang lebih profesional.
Materi yang diberikan diarahkan agar setiap peserta mampu menerapkan hasil pembelajaran di lingkungan organisasi masing-masing, sehingga terjadi peningkatan kualitas tata kelola dan kinerja kepengurusan.
Melalui kegiatan Capacity Building ini, DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Aceh menegaskan pentingnya investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi membangun organisasi politik yang kuat, solid, dan berkelanjutan.
Sebab, masa depan organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya cita-cita yang disampaikan, tetapi juga oleh keseriusan para pemimpinnya dalam mempersiapkan diri, membangun kerja bersama, dan menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

















