Umum

Tolak Harga BBM Naik, Giliran Mahasiswa USK Demo Kantor Gubernur Aceh

BANDA ACEH — Ribuan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menggelar aksi unjuk rasa tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di halaman kantor Gubernur Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Selasa (6/9) siang hingga sore.

Senin (5/9) kemarin, aksi demo serupa digelar oleh mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Hari ini, massa dari ribuan mahasiswa USK bergerak ke kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka memenuhi satu ruas jalan dan mendesak agar dibiarkan masuk ke halaman kantor. Sejam berselang, petugas membuka pintu gerbang kantor gubernur. Massa masuk ke halaman dan berorasi di pelataran.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Mereka mengusung sejumlah spanduk bertulisan protes kenaikan harga BBM.

Massa diterima oleh Muhammad MTA, perwakilan Pemerintah Aceh yang menemui para demonstran.

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tersebut menduduki halaman kantor Gubernur Aceh.

Ribuan mahasiswa itu tampak duduk bersila mendengar orasi di halaman kantor orang nomor satu di Aceh itu.

Selain menduduki kantor Gubernur Aceh, demonstran juga memanggil Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk datang menemui mereka.

Presiden Mahasiswa (Presma) USK Zawata Afnan dalam orasinya mengatakan, imbas dari naiknya harga BBM itu, membuat roda ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 semakin parah.

Terlebih kata dia, akibat naiknya BBM itu juga membuat tarif angkutan umur baik itu darat, udara dan laut juga merangkak naik.

Hal ini menjadi titik perhatian pihaknya melakukan aksi hari ini. “Coba pikirkan, dampak dari kenaikan BBM ini. Teman-teman kami dari luar kota seperti Merauke semakin menjerit. Tarif penumpang untuk luar kota di Aceh juga semakin tinggi,” ujarnya.

Mahasiswa lalu meminta Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki menemui mereka. Massa dari menolak ditemui perwakilan Pemerintah Aceh. Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Iskandar, misalnya sempat berorasi di mobil demonstran. Namun, ia turun lagi karena ditolak massa.

“Kami hanya menanti kepastian kapan Pj gubernur akan menemui kami,” kata seorang demonstran. Hingga pukul 15.50, Achmad Marzuki belum tampak di lokasi.

Marzuki menemui demonstran sekitar pukul 16.30 WIB. Ia duduk di lantai lalu mendengar orasi dari beberapa mahasiswa. Aparat kepolisian dan tentara mengawalnya.

Demonstran ratusan mahasiswa bubar usai menyerahkan petisi ke Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Semula demonstran meminta Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki meneken petisi berisi poin tuntutan, antara lain tolak kenaikan harga BBM hingga menyangkut dana otonomi khusus.

Tapi, Marzuki menolak itu.
Diskusi panjang pun terjadi antara Marzuki dan demonstran. Mereka duduk di lantai halaman kantor gubernur dan bicara tanpa pengeras suara.

Menurut Zawata Afnan, Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Achmad Marzuki menolak petisi itu diteken langsung, tapi diserahkan ke Biro Hukum Setda Aceh.

“Kami menghargai langkah itu karena beliau penjabat gubernur Aceh bukan secara lembaga politis, tapi delegasi dari pemerintah pusat,” katanya.

Sebelum diserahkan, petisi diteken oleh Zawata. “Saya menekennya untuk legal formal Biro Hukum yang akan diproses sampai langsung ke meja Pj gubernur,” ujarnya.

Zawata menuturkan akan mengawal petisi itu dan menanti 2×24 jam untuk diteken Marzuki.

Ini merupakan protes lanjutan dari mahasiswa Aceh. Adapun aksi Senin kemarin, mahasiswa menduduki gedung utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Ketua DPRA Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yahya mengamini tuntutan mahasiswa dengan turut mendesak pemerintah Aceh menurunkan harga BBM. (IA)

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

Artikel Terkait