Pendidikan

Demo Tandingan Bela Alhudri di Kantor Gubernur, Ratusan Siswa Dikerahkan

BANDA ACEH — Sebuah aksi demo tandingan untuk membela dan mempertahankan jabatan Alhudri agar tidak dicopot dari kursi Kepala Dinas Pendidikan Aceh berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa siang (13/12).

Dalam aksi bela Alhudri ini, ratusan siswa sekolah menengah atas dikerahkan, ditambah puluhan mahasiswa, dan tenaga kontrak di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh.

Mereka yang tergabung dalam Barisan Insan Pendidikan Aceh (BIPA) menyampaikan aspirasinya dan menyuarakan dukungan atas kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri.

Aksi tersebut dinilai merupakan demo tandingan, karena sebelumnya beberapa kali Alhudri didemo massa yang meminta dia untuk mundur dan dicopot dari Kadis Pendidikan Aceh karena dinilai tak becus dalam mengurus pendidikan Aceh.

Sehari sebelumnya, puluhan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Pendidikan Aceh melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (12/12/2022).

Aksi itu dilakukan, untuk menuntut agar Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki mencopot Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri.

Beberapa hari sebelumnya, pihak Pengurus Wilayah Persatuan Pelajar Indonesia (PW PII) juga menggelar aksi demonstrasi di kantor Dinas Pendidikan Aceh dan Kantor Gubernur Aceh untuk meminta Alhudri dicopot dari Kadis Pendidikan Aceh.

Bahkan, beberapa waktu lalu secara resmi Badan Anggaran DPRA dalam sidang paripurna dewan juga telah meminta Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki untuk mengevaluasi Alhudri dari jabatan Kadis Pendidikan.

Terkait adanya aksi sebelumnya yang meminta Alhudri dicopot, hari ini ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Insan Pendidikan Aceh (BIPA) juga menggelar dan aksi demo di kantor Gubernur Aceh. Selasa (13/12)

Massa yang terdiri atas ratusan siswa, Ikatan Guru Indonsia (IGI) Aceh, PGRI Aceh, Kobar GB Aceh, BEM FKIP USK, BEM Tarbiyah UIN Ar-Raniry, Forum Pemuda Aceh (FPA), GMNI, dan Osis SMA/SMK Banda Aceh dan Aceh Besar.

Koordinator aksi Syarbaini mengklaim, pihaknya melakukan aksi demo ini dalam rangka menolak praktik jahat yang kerap membangun narasi tanpa didukung data dengan maksud mendiskreditkan pendidikan Aceh.

Bagi Barisan Insan Pendidikan Aceh, Alhudri justru dinilai cakap memimpin dunia pendidikan di Aceh.

Pihaknya tidak menolak kritik atau masukan dari manapun terhadap pendidikan Aceh, akan tetapi sampaikanlah kritik secara objektif dan dilengkapi data yang akurat, sehingga tidak mendiskreditkan pendidikan Aceh.

Begitupun kata Syarbaini, mereka menilai bahwa selama ini pendidikan Aceh kerap dipolitisasi oleh orang-orang yang punya hasrat kekuasaan, namun upaya-upaya untuk memperoleh kekuasaan tersebut mengorbankan jerih para guru dan tenaga pendidik, serta tutup mata terhadap prestasi terhadap siswa-siswi di Aceh.

“Karena itu kami menolak politisasi pendidikan Aceh untuk kepentingan pragmatisme dengan mengabaikan pencapaian pendidikan Aceh,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Syarbaini juga menuturkan jika pihaknya menolak segala upaya pengabaian atas hasil karya, prestasi dan pencapaian guru dan tenaga kependididikan di Aceh.

Pihaknya juga menuntut Pemerintah Aceh atas kesamaan hak terkait dana pendidikan, mulai jenjang SD/MIN, SMP/MTSN, dan SMA/MAN.

Lebih lanjut, Syarbaini meminta agar memfasilitasi ruang dan kebebasan bagi seluruh peserta didik dalam melakukan aktualisasi diri dan peningkatan prestasi.

Di penghujung aksi, Syarbaini menegaskan jika masih ada pihak-pihak yang mengatasnamakan peduli pendidikan sementara mereka bukan dari unsur pendidikan, maka pihaknya akan kembali menurunkan massa yang lebih banyak.

Dalam kesempatan itu Syarbaini mengatakan, aksi mereka ini atas dasar kesadaran diri sendiri tanpa paksaan dari siapapun.

Aksi yang berlangsung secara tertib itu dilakukan secara bergilir oleh orator dari berbagai lembaga perwakilan yang hadir dalam aksi tersebut.

Aksi ini diterima Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro Kesra Setda Aceh Amiruddin.m, dan akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Pj Gubernur Aceh dan Sekda Aceh.

“Berhubung Pak Pj. Gubernur dan Pak Sekda Aceh sedang berada di luar daerah maka tuntutan saya terima untuk kami sampaikan ke pimpinan,” katanya.

Sehari sebelumnya, puluhan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Pendidikan Aceh melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin (12/12/2022).

Aksi itu dilakukan, untuk menuntut agar Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mencopot Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri.

Puluhan peserta aksi minta Pj Gubernur Aceh segera menindaklanjuti rekomendasi DPRA untuk mengganti Kadis Pendidikan.

Koordinator Aksi Muhammad Hasbar Kuba mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena ada banyak permasalahan dalam lingkungan Dinas Pendidikan Aceh.

Salah satunya, beasiswa untuk anak yatim yang dilakukan pemotongan oleh Dinas Pendidikan dimana untuk tahun 2021 tidak dibayarkan.

Saat ini pihaknya juga belum mengetahui alasan pemotongan beasiswa untuk anak yatim tersebut. Pihaknya juga beberapa kali memasukkan surat ke Dinas Pendidikan, menanyakan masalah tersebut, namun tidak pernah ditanggapi.

Para demonstran memberi waktu hingga hari Kamis, 15 Desember, untuk Pj Gubernur Aceh melakukan pergantian Kadis Pendidikan.

Jika tuntutan itu tidak diindahkan, maka pihaknya akan terus melakukan aksi serupa dengan masa yang lebih banyak lagi. (IA)

Artikel Terkait