Politik

TOMPi Bahas Permasalahan Pidie, Sejumlah Nama Calon Bupati Mencuat

BANDA ACEH — Tokoh masyarakat Kabupaten Pidie yang tergabung dalam organisasi TOMPi, Ahad (3/3/2024) menggelar pertemuan sambil ngopi siang di Warkop Dhapu Kupi Simpang Surabaya, Banda Aceh.

Mereka membahas sejumlah permasalahan yang dialami Kabupaten Pidie selama beberapa tahun terakhir.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Diskusi dibuka oleh Sekjen TOMPi Muhammad Nur. Dia menyebutkan Pidie telah mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir.

Kemunduran ini, kata Muhammad Nur, meliputi aspek kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Khusus aspek ekonomi, kondisi masyarakat Pidie menurut laporan BPS bahkan menempati urutan ketiga termiskin di Aceh, setelah Gayo Lues dan Singkil,” ujar Muhammad Nur, pemuda asal Keumala, Pidie.

Baca Juga:  Mardiono Lantik Pengurus PPP Aceh 2026–2031, Perkuat Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Dalam kondisi yang mundur seperti itu, kata Muhammad Nur, Pidie membutuhkan upaya mengembalikan kejayaan atau restorasi atau disebut ‘Peuwoe Roh’.

Dalam diskusi yang dihadiri puluhan tokoh Pidie itu, mencuat sejumlah nama calon bupati yang akan maju dalam Pilkada Kabupaten Pidie 2024.

Diskusi diawali paparan kondisi Pidie oleh dua akademisi UIN Ar-Raniry yaitu Dr. Fuad Mardhatillah UY Tiba dan Dr Ainal Mardhiah MAg.

Selain nama-nama kandidat lama seperti Sarjani Abdullah, Jamaluddin M Jamil, Fadhlullah TM Daud, Toke Jamal Abadi, kali ini muncul nama baru seperti Nasrul Sufi, Ismet Tanjung, Amiruddin (Pj Walkot Banda Aceh), Nazaruddin dan Muhammad Razi yang dikenal sebagai pengusaha muda asal Pidie di Banda Aceh.

Baca Juga:  PKS Aceh Luncurkan Sekolah Tani, Ternak dan Nelayan

Nama-nama tersebut dipandang layak untuk digali visi dan misi dalam pembangunan Pidie guna mengembalikan kejayaan masa lampau.

Juru bicara TOMPi Amiruddin Usman SE mengatakan, TOMPi merupakan wadah untuk mengurai permasalahan yang ada di Pidie serta sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan semua permasalahan tersebut.

Ikut menyumbang pikiran dalam pertemuan TOMPi antara lain Budayawan Aceh asal Pidie Tarmizi A Hamid yang dikenal sebagai Cek Midi, Ramli, Dr Muslem Daud (Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah), Dr Nazaruddin, Ibrahim Saleh, Hanafiah Keumala, Jamaluddin M Jamil dan Saiful Anwar. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait