Aceh

Banyak Potensi Zakat Belum Tersentuh, Baitul Mal Diminta Lakukan Inovasi

Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendorong Baitul Mal Kota agar melakukan inovasi-inovasi dalam mengelola zakat, baik terobosan dalam penghimpunan maupun penyalurannya.

Dengan adanya terobosan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem pengelolaan zakat di Banda Aceh.

“Kita menyarankan untuk memperbaiki regulasi yang ada agar lebih maksimal lagi pengelolaan zakat serta meningkatkan kualitas kelembagaan dan SDM agar semakin akuntabel, transparan, profesional, dan kredibel,” kata Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi, Ahad (31/01/2021).

Menurut politisi PAN ini, inovasi program pengelolaan zakat sangat penting dilakukan, karena sangat erat kaitannya dengan peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Wagub Serahkan Bantuan Pemerintah Aceh Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara 

Musriadi melanjutkan, inovasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mengembangkan zakat digital. Misalnya, dengan memanfaatkan media sosial yang banyak untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berzakat.

Selain itu, BMK juga bisa memanfaatkan teknologi pembayaran digital dan layanan big data untuk menyasar muzakki dan calon muzakki potensial, sekaligus menjalin kerja sama dengan stakeholder lainnya.

Ia juga menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan zakat sejatinya perlu meyakinkan para muzakki untuk membayar zakat ke Baitul Mal. Amil harus mampu membuat para muzakki tertarik dan mengajak mereka dengan pesan-pesan yang baik.

Baca Juga:  Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tiga Penerbangan di Bandara SIM Dibatalkan

“Kita menyarankan kepada Baitul Mal kota Banda Aceh harus mampu menawarkan program-program yang menarik, kreatif, dan inovatif. Baitul Mal harus menjadi lembaga profesional, karena muzakki akan percaya kepada lembaga-lembaga yang profesional,” harapnya.

Meskipun target PAD dari zakat meningkat setiap tahunnya kata Musriadi, tetapi dinilai masih sangat jauh dari potensi yang ada. Menurutnya, semakin banyak zakat yang terkumpul, seharusnya banyak masyarakat yang terbantu dan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di Banda Aceh. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait