Umum

Laporan KDRT Tak Ditanggapi Polisi, Perempuan Mengadu ke Petugas Pemadam Kebakaran

Infoaceh.net – Seorang perempuan berinisial D asal Bekasi menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran. D mengaku dirinya sudah membuat laporan kepada polisi pada Jumat (20/6/2025) lalu.

Namun, sampai hari ini tidak ada informasi lanjutan.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Saya bikin aduan polisi, tidak ada tanggapan. Jadi, saya ngadu ke damkar karena kepala saya sakit, terus saya sudah depresi kan pingin bunuh diri,” kata D, dikutip dari YouTube tvOnenews, Rabu (25/6/2025).

Ia menjelaskan, pelaku yang melakukan KDRT terhadap dirinya adalah sang suami. Perempuan muda itu menjelaskan, pada Jumat lalu ia membuat laporan ke polisi dan diarahkan ke PPA di lantai 5. Setelah itu,

Baca Juga:  Kejari Sabang Tarik Diri dari Pendampingan Alkes RSUD, Kajari: Kami Tak Mau Dijadikan Tameng

ia diminta menyampaikan keterangan untuk dilakukan BAP di lantai bawah kantor polisi tersebut. D kemudian diarahkan untuk melakukan visum ke RSUD terdekat. Setelah itu, semua proses laporan sudah selesai dan ia pun kembali ke rumah.

Setelah beberapa hari melapor, ia sempat meminta kelanjutannya kepada pihak kepolisian. Namun, terakhir ia menghubungi petugas melalui WhatsApp, jawabannya tidak juga memuaskan. “Terakhir saya ngehubungin semalam, ‘nanti dikabarin lagi,'” katanya lagi.

Dirinya pun mengaku sudah putus asa sampai akhirnya melaporkan kejadian ini kepada petugas damkar. “Iya, sekarang kalau enggak ke damkar mau ngadu ke siapa? Ngadu ke polisi enggak ada tanggapan,” ujar dia.

Baca Juga:  Syariah Financial Fair 2026, Momentum Aceh Menarik Investor dan Memperkuat Ekonomi Rakyat

Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Eko Budi, mengungkapkan pihaknya pun langsung menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi korban. Setelahnya, petugas kemudian menindaklanjuti laporan kepada kepolisian dan pihak rumah sakit.

Eko menjelaskan, saat ini korban sedang menunggu jemputan dari rumah sakit karena dikhawatirkan ada rasa sakit di kepalanya. “Karena yang kita takutkan, ada pendarahan otak, karena sudah dari hari Jumat,” kata Eko.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait