Umum

Bahlil Diambang Pemakzulan, Golkar Dinilai Ingin Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Infoaceh.net – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berpotensi dimakzulkan dari jabatannya karena dinilai masih loyal kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pandangan ini disampaikan oleh pengamat politik Efriza dari Citra Institute, yang menyebut isu musyawarah nasional luar biasa (munaslub) kembali menguat.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Jelas isu munaslub menunjukkan tidak solidnya dukungan terhadap kepemimpinan Bahlil. Bahkan, mungkin saja belum pernah solid sejak awal dukungan internal Golkar terhadap Bahlil,” ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga:  Deninteldam IM Temukan 1,5 Hektare Ladang Ganja di Lamteuba, 3.500 Batang Dimusnahkan

Menurut Efriza, Bahlil Lahadalia dianggap oleh elite senior dan kader Golkar di daerah tidak sejalan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Manuver politik Bahlil dinilai terlalu dipaksakan dan memicu resistensi internal karena ia dianggap sebagai figur yang dipromosikan dari luar, khususnya oleh lingkar Jokowi.

“Fakta Bahlil datang sebagai figur yang dianggap dipromosikan dari luar oleh kekuatan eksternal, khususnya lingkar Jokowi, ini membuat posisi Bahlil rentan,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Aceh Jadi Rebutan dan UUPA yang Kian Tergerus

Efriza menilai kondisi Golkar saat ini tidak baik-baik saja. Dorongan untuk mengganti Bahlil dapat dibaca sebagai sinyal bahwa partai ingin menjaga jarak dari pengaruh Jokowi dan mendekat ke orbit Prabowo.

“Golkar, ketika telah terjadinya transisi dari pengaruh Jokowi pada Prabowo semestinya bergerak cepat beradaptasi. Tetapi sayangnya, Bahlil masih nyaman sebagai perpanjangan tangan Jokowi,” demikian Efriza menambahkan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait