Nasional

Polri Kerahkan Pesawat CN dan Fokker Distribusi Logistik ke Aceh, Sumut dan Sumbar

Dua pesawat jenis CN dan Fokker diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe Polri untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana banjir Aceh, Sumut dan Sumbar. (Foto: Ist)
Dua pesawat jenis CN dan Fokker diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe Polri untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana banjir Aceh Sumut dan Sumbar Foto Ist

Jakarta, Infoaceh.net — Polri mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dua pesawat jenis CN dan Fokker diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe sebagai bagian dari operasi mitigasi bencana berskala nasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam bencana yang melanda sejumlah daerah tersebut.

“Polri mengucapkan turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya, Sabtu (29/11).

Menurut Trunoyudo, langkah cepat Polri merupakan tindak lanjut instruksi Presiden kepada Kapolri untuk segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana.

“Atas perintah Bapak Presiden kepada Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” tegasnya.

Secara nasional, Polri menyiagakan lebih dari 87 ribu personel, sementara kekuatan di lapangan sudah digerakkan di tiga wilayah terdampak:

Polda Aceh: 4.550 personel

Polda Sumut: 1.754 personel

Polda Sumbar: 2.743 personel

Bantuan logistik yang diberangkatkan melalui pesawat CN dan Fokker mencakup kebutuhan mendesak bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu. Untuk masing-masing daerah, Polri mengirimkan 1.500 paket kebutuhan anak dan ibu, yang berisi pakaian, tas sekolah, obat-obatan, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, pelampung, serta air mineral.

Selain itu, Polri juga mengirimkan peralatan pendukung operasi SAR dalam jumlah besar yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap daerah:

Untuk Polda Aceh:

20 perahu karet

220 pelampung

10 tenda peleton

2 tenda dokas

200 fieldbed

2.000 MTP

Portable solar generator dan Techno WiFi

Untuk Polda Sumut:

10 perahu karet

60 pelampung

500 jas hujan

7 tenda peleton

300 fieldbed

3.000 MTP

1.000 pack masker

3 genset

500 paket nasi cepat saji

4 unit wontek

Untuk Polda Sumbar:

3 perahu karet

18 pelampung

5 senso

10 tenda peleton

300 fieldbed

2.000 MTP

200 skop runcing

100 ponco coklat

Trunoyudo menegaskan kelengkapan tersebut dirancang sesuai kebutuhan lapangan.
“Semua unsur kami kerahkan—Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, Forensik DVI, dan Kedokteran Polri—untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar tepat guna,” katanya.

Untuk menjangkau lokasi-lokasi terdampak yang sulit diakses jalur darat, Polri juga mengerahkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011, serta kapal bantuan dari Polda Riau.
Helikopter dari berbagai polda turut memperkuat distribusi bantuan dan operasi pencarian serta penyelamatan.

Dapur Lapangan di 22 Polda

Sebagai dukungan kebutuhan pangan harian warga, Polri telah mengoperasikan 28 dapur lapangan yang tersebar di 22 polda di Indonesia. Dapur lapangan ini menyediakan makanan siap konsumsi bagi masyarakat terdampak yang masih sulit mengakses pasokan mandiri.

Artikel Terkait