Nasional

Jumlah Korban Meninggal Banjir Aceh 277 Orang, Pengungsi Capai 1,5 Juta

Banda Aceh, Infoaceh.net — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru jumlah korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dalam konferensi pers Rabu (3/12/2025), BNPB menyampaikan adanya koreksi signifikan setelah proses verifikasi dan validasi data dari posko terpadu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa data di dashboard online mengalami pembaruan setelah diverifikasi manual oleh tim gabungan.

“Total korban meninggal dunia yang sudah tervalidasi dan terverifikasi itu 770 jiwa. Sementara yang masih hilang dalam pencarian sebanyak 463 jiwa,” kata Muhari.

Rincian Korban Meninggal dan Hilang

Berikut rincian jumlah korban di tiap provinsi:

Aceh: meninggal dunia sebanyak 277 orang dan hilang 193 orang.

Sumatera Utara: meninggal dunia 299 orang dan hilang 159 orang.

Sumatera Barat: meninggal dunia 194 orang dan hilang: 111 orang.

3,3 Juta Warga Terdampak, 2,1 Juta Mengungsi

Fokus penanganan pemerintah saat ini tertuju pada jumlah pengungsi yang mencapai lebih dari dua juta orang.

Data BNPB menyebut total warga terdampak di tiga provinsi adalah 3,3 juta jiwa, terdiri dari:

Aceh: 1,5 juta terdampak

Sumatera Utara: 1,7 juta terdampak

Sumatera Barat: 141.800 terdampak

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.144.200 orang harus mengungsi, dengan sebaran:

Aceh: 1,5 juta pengungsi

Sumatera Utara: 538.000 pengungsi

Sumatera Barat: 106.200 pengungsi

Banyaknya warga yang mengungsi memicu lonjakan kebutuhan logistik, air bersih, obat-obatan, hingga lokasi evakuasi tambahan.

Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

Meski skala bencana sangat besar, pemerintah pusat hingga kini belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional, memicu berbagai kritik dari publik dan lembaga kemanusiaan.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan bahwa status bukan hal utama karena penanganan yang dilakukan telah bersifat nasional.

“Seluruh kementerian/lembaga diperintahkan oleh Bapak Presiden termasuk TNI-Polri, BNPB, dan semua komponen untuk mengerahkan sumber daya semaksimal mungkin. Penanganannya full kekuatan secara nasional,” ujar Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pemerintah menyatakan telah mengerahkan bantuan logistik, mempercepat distribusi ke daerah terisolasi, hingga menambah personel gabungan untuk pencarian korban hilang.

Artikel Terkait